Saudi Update

Bandara Riyadh Diserang, Saudi Peringatkan Yaman Tak Boleh Jadi Pangkalan Ancaman Houthi

Bandara Riyadh Diserang, Saudi Peringatkan Yaman Tak Boleh Jadi Pangkalan Ancaman Houthi

Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdulaziz Alwasil, menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan Yaman dijadikan basis ancaman terhadap keamanan Kerajaan maupun kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab.

Dilansir Arab News, pernyataan tersebut disampaikan Alwasil dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Timur Tengah pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia menyoroti rangkaian serangan yang menurutnya dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sejumlah kota, bandara, dan infrastruktur vital di Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Alwasil juga menyinggung dua serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Kamis, 8 Oktober, yang menewaskan tiga warga negara Saudi, termasuk Kapten Hamoud Ali Alkalthami dari Saudia Group. Serangan tersebut turut merusak pesawat milik maskapai nasional Saudi dan mengganggu operasional penerbangan.

Saudi tegaskan hak membela wilayah sambil tetap dorong solusi politik

Dalam pernyataannya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Alwasil mengatakan Arab Saudi tidak akan membiarkan Yaman diubah menjadi basis ancaman terhadap keamanan negaranya maupun kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab.

Ia juga menolak keberadaan milisi bersenjata yang, menurutnya, berupaya memaksakan kehendak terhadap Yaman dan kawasan sekitarnya.

Alwasil menegaskan hak Arab Saudi untuk mempertahankan wilayahnya dan mencegah serangan lebih lanjut. Meski demikian, ia menyatakan Riyadh tetap berkomitmen pada penyelesaian politik yang komprehensif atas konflik Yaman.

Menurut Alwasil, kelompok Houthi telah menolak berbagai inisiatif diplomatik dan memilih eskalasi militer yang menghambat upaya mencapai penyelesaian politik. Ia memperingatkan bahwa berlanjutnya pendekatan militer tersebut dapat memperpanjang krisis dan memperburuk penderitaan masyarakat Yaman.

Serangan Houthi meluas ke sejumlah kota dan disebut mengancam Makkah serta Madinah

Alwasil menyebut serangan rudal balistik dan pesawat nirawak dalam beberapa pekan terakhir menyasar sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk Riyadh, Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.

Ia juga menuding Houthi berupaya menyerang Makkah pada 15 September. Selain itu, Alwasil menyebut serangan pada 29 September terhadap stasiun distribusi listrik Taiba di Madinah sebagai provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Klaim mengenai serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari pernyataan Alwasil di PBB dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh kejadian telah diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, serangan terhadap Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 6 dan 7 Oktober dilaporkan menewaskan tiga warga sipil dan melukai 36 orang dari berbagai kewarganegaraan, menurut pernyataan Alwasil yang dikutip dalam laporan mengenai sidang tersebut. Rangkaian serangan ini berbeda dari serangan di Riyadh pada 8 Oktober.

Alwasil turut memperingatkan bahwa eskalasi militer di Yaman berpotensi mengancam pelayaran komersial, pasokan energi, dan perdagangan internasional melalui Laut Merah serta Selat Bab Al-Mandab.

Saudi desak Dewan Keamanan bertindak

Arab Saudi meminta Dewan Keamanan PBB menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, termasuk menangani ancaman terhadap wilayah Kerajaan dan keselamatan navigasi maritim.

Alwasil juga menyerukan penegakan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, termasuk ketentuan embargo senjata terhadap Houthi dan perlindungan kebebasan navigasi di Laut Merah.

Dalam pernyataannya, Alwasil menyebut dukungan ekonomi dan pembangunan Arab Saudi untuk Yaman telah melampaui US$12,6 miliar sejak 2012 hingga 2026. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan Saudi untuk Yaman telah melebihi US$4,5 miliar.

Selain itu, Alwasil menyebut Arab Saudi menyalurkan dukungan anggaran lebih dari 224 juta riyal Saudi, atau sekitar US$59,7 juta, pada 4 Oktober 2026.

Angka-angka tersebut merupakan data yang disampaikan oleh perwakilan Saudi dalam sidang Dewan Keamanan PBB.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Pernyataan resmi Saudi di forum internasional ini menjadi sinyal bahwa otoritas Kerajaan secara terbuka mengakui adanya eskalasi serangan Houthi terhadap sejumlah bandara dan infrastruktur, termasuk insiden fatal di Bandara King Khalid Riyadh dan Bandara Abha. Meski DATA tidak menyebut dampak langsung terhadap rute penerbangan ke Jeddah atau Madinah, kejadian di bandara-bandara lain di dalam negeri Saudi perlu dicermati oleh penyelenggara travel haji dan umrah Indonesia.

Penyelenggara dan jemaah perlu memantau sejumlah hal berikut:

  • Perkembangan keamanan penerbangan domestik Saudi, mengingat insiden di Bandara King Khalid dan Abha melibatkan korban jiwa dan gangguan operasional.
  • Informasi resmi dari otoritas penerbangan Saudi terkait rute dan bandara yang digunakan jemaah umrah dan haji.
  • Perkembangan situasi di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab yang disebut Saudi berpotensi terdampak eskalasi.

Catatan ASPHIRASI

Pernyataan tegas Arab Saudi di Dewan Keamanan PBB menegaskan bahwa eskalasi serangan Houthi, termasuk insiden fatal di bandara domestik Saudi dan upaya menyasar area dekat Makkah serta serangan ke Madinah, menjadi perhatian serius otoritas Kerajaan. Bagi industri haji dan umrah Indonesia, hal ini berarti situasi keamanan di beberapa titik dalam negeri Saudi masih dinamis dan perlu diikuti perkembangannya secara berkala.

Penyelenggara travel disarankan untuk terus memantau pengumuman resmi dari otoritas penerbangan dan keimigrasian Saudi, serta menjaga komunikasi dengan jemaah mengenai jadwal dan rute perjalanan yang berlaku. Informasi dari sumber resmi seperti kedutaan dan otoritas terkait sebaiknya menjadi rujukan utama sebelum mengambil keputusan operasional.

Yang perlu dipantau selanjutnya adalah bagaimana tindak lanjut Dewan Keamanan PBB atas permintaan Saudi terkait penegakan embargo senjata terhadap Houthi, serta apakah eskalasi serangan akan memengaruhi jadwal penerbangan atau layanan di titik-titik yang dilalui jemaah haji dan umrah ke depan.

Sumber: Arab News

Bagikan