Berita

Seleksi PPIH 2027 Berkembang, Kemenhaj Gandeng BKN untuk CAT 3.220 Nakes

Seleksi PPIH 2027 Berkembang, Kemenhaj Gandeng BKN untuk CAT 3.220 Nakes

Jakarta — Seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk operasional haji 1448 H/2027 M memasuki tahap Computer Assisted Test (CAT) dengan mekanisme berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Haji dan Umrah RI menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melaksanakan ujian secara serentak di berbagai daerah.

Perubahan tersebut terutama menyangkut sarana pelaksanaan ujian. Pada seleksi sebelumnya, peserta menggunakan gawai pribadi untuk mengikuti CAT. Tahun ini, pelaksanaan ujian dilakukan melalui jaringan lokasi BKN.

Kemenhaj menyebut perubahan mekanisme tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi sebelumnya yang dinilai menghadapi potensi kendala teknis akibat perbedaan jenis dan spesifikasi perangkat peserta.

3.220 Nakes Ikuti CAT di 34 Titik

CAT PPIH bidang kesehatan digelar serentak pada Senin, 31 Agustus 2026. Sebanyak 3.220 calon petugas dari unsur tenaga kesehatan (nakes) mengikuti ujian tersebut di 34 titik yang terdiri atas Kantor Regional dan UPT BKN di tingkat provinsi.

Pelaksanaan di fasilitas BKN membuat peserta tidak lagi bergantung pada perangkat masing-masing seperti dalam mekanisme CAT mandiri sebelumnya.

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, mengatakan variasi perangkat menjadi salah satu persoalan teknis yang menjadi pertimbangan dalam perubahan mekanisme tersebut.

Menurut Ihsan, penggunaan gawai pribadi pada seleksi tahun sebelumnya membuat kondisi perangkat peserta berbeda-beda dari sisi jenis maupun kualitas. Karena itu, Kemenhaj memilih bekerja sama dengan BKN yang telah memiliki sistem penyelenggaraan CAT.

Di BKN Cililitan, 194 Peserta Mengikuti Ujian

Salah satu lokasi pelaksanaan CAT berada di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta.

Dari 204 peserta yang diundang mengikuti seleksi di lokasi tersebut, sebanyak 194 orang tercatat dapat melaksanakan ujian. Kemenhaj tidak merinci dalam rilisnya alasan masing-masing peserta yang tidak mengikuti ujian.

Dengan demikian, angka 194 tersebut merupakan jumlah peserta yang mengikuti ujian di lokasi BKN Cililitan, bukan jumlah keseluruhan peserta CAT secara nasional.

Mekanisme Seleksi Juga Menekankan Pengawasan

Selain memindahkan pelaksanaan CAT ke fasilitas BKN, Kemenhaj menyebut aspek pengawasan sebagai bagian dari pelaksanaan seleksi tahun ini.

Sebelum ujian dimulai, panitia melakukan pembukaan segel ruangan ujian. Menurut Kemenhaj, ruangan tersebut sebelumnya disegel bersama oleh tim Kementerian Haji dan Umrah RI serta Inspektorat Jenderal.

Ihsan mengatakan prosedur tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pelaksanaan CAT.

Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Kemenhaj mengenai mekanisme pengawasan. Pelaksanaan prosedur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh proses seleksi telah bebas dari persoalan, sehingga hasil akhirnya tetap perlu dilihat setelah rangkaian seleksi selesai.

CAT Merupakan Tahap Kedua Seleksi PPIH

CAT bukan tahap akhir dalam proses perekrutan calon PPIH. Kemenhaj menyebut seleksi terdiri atas empat rangkaian.

Urutannya meliputi:

  • seleksi administrasi;
  • Computer Assisted Test (CAT);
  • evaluasi kesehatan atau Medical Check-Up (MCU); dan
  • Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH.

Peserta yang lolos CAT akan melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan. Setelah hasil MCU diverifikasi dan divalidasi, peserta yang memenuhi ketentuan dapat melanjutkan ke tahap pendidikan dan pelatihan.

Calon Petugas Masih Harus Menjalani MCU dan Diklat

Tahap kesehatan menjadi penyaringan berikutnya setelah CAT. Kemenhaj menyebut peserta yang lolos akan menjalani MCU sebelum ditetapkan sebagai calon yang dapat mengikuti diklat.

Setelah itu, calon petugas menjalani Diklat PPIH selama satu bulan sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji.

Dengan mekanisme tersebut, hasil CAT belum dapat dipandang sebagai penetapan akhir petugas PPIH. Peserta masih harus melewati tahapan berikutnya sebelum resmi ditugaskan.

Perubahan CAT Menjadi Bagian dari Evaluasi Seleksi

Penggunaan fasilitas BKN dalam CAT tahun ini menunjukkan adanya perubahan teknis dalam proses seleksi PPIH dibandingkan mekanisme CAT mandiri yang menggunakan perangkat peserta.

Bagi Kemenhaj, perubahan tersebut diarahkan untuk mengurangi persoalan teknis yang sebelumnya dapat muncul karena perbedaan perangkat. Di sisi lain, pelaksanaan CAT di lokasi BKN juga menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang diterapkan pada seleksi tahun ini.

Sebanyak 3.220 calon petugas kesehatan kini telah mengikuti tahap CAT secara serentak di 34 titik. Tahap berikutnya akan menentukan peserta yang dapat melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan dan kemudian pendidikan serta pelatihan sebelum penugasan pada operasional haji 1448 H/2027 M.

Pertanyaan Seputar Seleksi PPIH 2027

Apa saja tahapan seleksi PPIH 2027?

Kemenhaj menyebut seleksi terdiri atas empat rangkaian: seleksi administrasi, Computer Assisted Test (CAT), evaluasi kesehatan atau Medical Check-Up (MCU), serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH.

Kapan pengumuman peserta Diklat PPIH bidang kesehatan 2027?

Menurut jadwal yang diumumkan Kemenhaj pada 18 Agustus 2026, MCU calon PPIH bidang kesehatan dijadwalkan 3 sampai 8 September 2026, sedangkan pengumuman peserta yang berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan dijadwalkan 15 September 2026. Jadwal lengkapnya ada di seleksi petugas kesehatan haji 2027.

Berapa lama Diklat PPIH?

Calon petugas menjalani Diklat PPIH selama satu bulan sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji.

Apakah lolos CAT PPIH berarti sudah pasti menjadi petugas haji?

Belum. Peserta yang lolos CAT masih harus menjalani MCU. Setelah hasil MCU diverifikasi dan divalidasi, peserta yang memenuhi ketentuan baru dapat melanjutkan ke Diklat sebelum resmi ditugaskan.

Di mana informasi formasi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi?

Formasi, syarat umum, dan jadwal pendaftaran PPIH Kloter serta PPIH Arab Saudi dirangkum dalam seleksi PPIH Haji 2027: formasi, syarat, dan jadwalnya.

Catatan ASPHIRASI: Kesiapan Petugas dan Layanan Jemaah

Bagi jemaah, mutu petugas tidak diukur dari tempat ujian, melainkan dari cara petugas itu bekerja ketika rombongan menghadapi persoalan di lapangan. Pemindahan pelaksanaan tes ke fasilitas lembaga kepegawaian memang menutup celah teknis pada perbedaan perangkat peserta. Namun perbaikan sarana ujian belum menjawab pertanyaan yang lebih dekat dengan kepentingan jemaah, yaitu kesiapan petugas menangani situasi yang tidak tertulis di dalam soal.

ASPHIRASI menilai tahap yang menentukan justru berada setelah tes, yaitu pemeriksaan kesehatan dan pendidikan serta pelatihan. Petugas kesehatan haji kerap bekerja dalam kondisi cuaca, kepadatan, dan jam kerja yang berat, sehingga pembekalan lapangan perlu porsi yang sepadan dengan seleksi administratifnya. Kami mendorong agar materi pelatihan memuat cara menangani keluhan jemaah, bukan hanya prosedur pelayanan.

Kami juga mencatat penyelenggara swasta punya kepentingan langsung pada mutu petugas negara. Ketika petugas sigap, keluhan jemaah selesai di tempat. Ketika tidak, beban penjelasan berpindah kepada pembimbing dan penyelenggara yang mendampingi rombongan, padahal kewenangan mereka terbatas.

Sumber: Kemenhaj RI

Bagikan