
Jakarta — Seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk operasional haji 1448 H/2027 M memasuki tahap Computer Assisted Test (CAT) dengan mekanisme berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Haji dan Umrah RI menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melaksanakan ujian secara serentak di berbagai daerah.
Perubahan tersebut terutama menyangkut sarana pelaksanaan ujian. Pada seleksi sebelumnya, peserta menggunakan gawai pribadi untuk mengikuti CAT. Tahun ini, pelaksanaan ujian dilakukan melalui jaringan lokasi BKN.
Kemenhaj menyebut perubahan mekanisme tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi sebelumnya yang dinilai menghadapi potensi kendala teknis akibat perbedaan jenis dan spesifikasi perangkat peserta.
3.220 Nakes Ikuti CAT di 34 Titik
CAT PPIH bidang kesehatan digelar serentak pada Senin, 31 Agustus 2026. Sebanyak 3.220 calon petugas dari unsur tenaga kesehatan (nakes) mengikuti ujian tersebut di 34 titik yang terdiri atas Kantor Regional dan UPT BKN di tingkat provinsi.
Pelaksanaan di fasilitas BKN membuat peserta tidak lagi bergantung pada perangkat masing-masing seperti dalam mekanisme CAT mandiri sebelumnya.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, mengatakan variasi perangkat menjadi salah satu persoalan teknis yang menjadi pertimbangan dalam perubahan mekanisme tersebut.
Menurut Ihsan, penggunaan gawai pribadi pada seleksi tahun sebelumnya membuat kondisi perangkat peserta berbeda-beda dari sisi jenis maupun kualitas. Karena itu, Kemenhaj memilih bekerja sama dengan BKN yang telah memiliki sistem penyelenggaraan CAT.
Di BKN Cililitan, 194 Peserta Mengikuti Ujian
Salah satu lokasi pelaksanaan CAT berada di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta.
Dari 204 peserta yang diundang mengikuti seleksi di lokasi tersebut, sebanyak 194 orang tercatat dapat melaksanakan ujian. Kemenhaj tidak merinci dalam rilisnya alasan masing-masing peserta yang tidak mengikuti ujian.
Dengan demikian, angka 194 tersebut merupakan jumlah peserta yang mengikuti ujian di lokasi BKN Cililitan, bukan jumlah keseluruhan peserta CAT secara nasional.
Mekanisme Seleksi Juga Menekankan Pengawasan
Selain memindahkan pelaksanaan CAT ke fasilitas BKN, Kemenhaj menyebut aspek pengawasan sebagai bagian dari pelaksanaan seleksi tahun ini.
Sebelum ujian dimulai, panitia melakukan pembukaan segel ruangan ujian. Menurut Kemenhaj, ruangan tersebut sebelumnya disegel bersama oleh tim Kementerian Haji dan Umrah RI serta Inspektorat Jenderal.
Ihsan mengatakan prosedur tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pelaksanaan CAT.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Kemenhaj mengenai mekanisme pengawasan. Pelaksanaan prosedur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh proses seleksi telah bebas dari persoalan, sehingga hasil akhirnya tetap perlu dilihat setelah rangkaian seleksi selesai.
CAT Merupakan Tahap Kedua Seleksi PPIH
CAT bukan tahap akhir dalam proses perekrutan calon PPIH. Kemenhaj menyebut seleksi terdiri atas empat rangkaian.
Urutannya meliputi:
- seleksi administrasi;
- Computer Assisted Test (CAT);
- evaluasi kesehatan atau Medical Check-Up (MCU); dan
- Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH.
Peserta yang lolos CAT akan melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan. Setelah hasil MCU diverifikasi dan divalidasi, peserta yang memenuhi ketentuan dapat melanjutkan ke tahap pendidikan dan pelatihan.
Calon Petugas Masih Harus Menjalani MCU dan Diklat
Tahap kesehatan menjadi penyaringan berikutnya setelah CAT. Kemenhaj menyebut peserta yang lolos akan menjalani MCU sebelum ditetapkan sebagai calon yang dapat mengikuti diklat.
Setelah itu, calon petugas menjalani Diklat PPIH selama satu bulan sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji.
Dengan mekanisme tersebut, hasil CAT belum dapat dipandang sebagai penetapan akhir petugas PPIH. Peserta masih harus melewati tahapan berikutnya sebelum resmi ditugaskan.
Perubahan CAT Menjadi Bagian dari Evaluasi Seleksi
Penggunaan fasilitas BKN dalam CAT tahun ini menunjukkan adanya perubahan teknis dalam proses seleksi PPIH dibandingkan mekanisme CAT mandiri yang menggunakan perangkat peserta.
Bagi Kemenhaj, perubahan tersebut diarahkan untuk mengurangi persoalan teknis yang sebelumnya dapat muncul karena perbedaan perangkat. Di sisi lain, pelaksanaan CAT di lokasi BKN juga menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang diterapkan pada seleksi tahun ini.
Sebanyak 3.220 calon petugas kesehatan kini telah mengikuti tahap CAT secara serentak di 34 titik. Tahap berikutnya akan menentukan peserta yang dapat melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan dan kemudian pendidikan serta pelatihan sebelum penugasan pada operasional haji 1448 H/2027 M.
Sumber: Kemenhaj RI




