Saudi Update

STC Tawarkan Telepon Gratis bagi Pelanggan Roaming Saat Penerbangan Riyadh Terganggu

STC Tawarkan Telepon Gratis bagi Pelanggan Roaming Saat Penerbangan Riyadh Terganggu

Operator telekomunikasi Arab Saudi, STC Group, memberikan layanan panggilan telepon gratis tanpa batas bagi pelanggan roaming yang berada di luar negeri. Berdasarkan pengumuman perusahaan yang dipublikasikan melalui Argaam pada 12 Oktober 2026, layanan tersebut berlaku selama sepekan, mulai 12 hingga 19 Oktober 2026, untuk panggilan masuk dan keluar dari Arab Saudi.

Inisiatif ini berlangsung ketika penerbangan dari dan menuju Riyadh mengalami gangguan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid. Menurut laporan Saudi Gazette pada 12 Oktober yang mengutip pernyataan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), penghentian operasional bandara diperpanjang untuk menyelesaikan pemeriksaan keselamatan fasilitas dan memastikan kesiapan operasionalnya.

Panggilan gratis berlaku sepekan bagi pelanggan roaming di luar Saudi

Dalam pengumuman yang dipublikasikan Argaam pada 12 Oktober 2026, STC menyatakan bahwa pelanggan roaming di luar Arab Saudi dapat melakukan dan menerima panggilan secara gratis tanpa batas, baik dari maupun menuju Arab Saudi, selama periode promosi tersebut.

Menurut perusahaan, inisiatif itu ditujukan untuk memudahkan pelanggan tetap berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat selama berada di luar negeri.

Dalam keterangannya kepada Arab News, STC juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan keluarga menjadi semakin penting ketika pelanggan berada jauh dari rumah dalam situasi sulit. Perusahaan mengatakan layanan panggilan gratis tersebut diharapkan membantu pelanggan tetap terhubung dengan keluarga di Arab Saudi.

Penumpang terdampak menilai akses internet lebih dibutuhkan

Warga negara Saudi, Hisham Al-Ghasim, yang perjalanan pulangnya ke Riyadh dari Bangkok terganggu, menyambut baik inisiatif STC. Namun, ia menilai akses internet gratis akan lebih bermanfaat untuk membantu penumpang mengatur perjalanan alternatif.

Dalam wawancara dengan Arab News, Al-Ghasim mengatakan paket selulernya yang sudah ada memungkinkan dia melakukan panggilan telepon. Sementara itu, koneksi internet dibutuhkan untuk komunikasi, pemesanan, dan penggunaan aplikasi perjalanan.

Rincian mengenai pengalaman Al-Ghasim tersebut bersumber dari wawancaranya dengan Arab News. Tidak ditemukan konfirmasi independen melalui catatan penerbangan atau pernyataan maskapai yang disebutkan dalam laporan itu.

Konsulat Saudi menawarkan bantuan transportasi darat

Menurut laporan Arab News, Al-Ghasim sebelumnya memesan penerbangan Emirates dengan transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Riyadh. Setelah mengalami gangguan perjalanan, ia memutuskan mengakhiri perjalanannya di Uni Emirat Arab.

Setibanya di Dubai, ia menghubungi Konsulat Jenderal Arab Saudi. Menurut penuturannya kepada Arab News, konsulat menawarkan bantuan untuk kembali ke Arab Saudi melalui transportasi darat secara berkelompok.

Dalam laporan terpisah pada 11 Oktober 2026, Arab News juga memberitakan bahwa sejumlah warga Saudi yang terdampak pembatalan penerbangan memperoleh bantuan dari kedutaan dan konsulat, termasuk akomodasi darurat serta koordinasi perjalanan pulang.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah mengimbau warga yang terdampak untuk menghubungi perwakilan diplomatik negara itu guna memperoleh bantuan. Namun, pengalaman individual yang dilaporkan media tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa semua penumpang menerima layanan serupa.

Implikasi bagi travel dan jemaah Indonesia

Informasi yang dilaporkan Arab News berkaitan dengan warga negara Saudi yang terdampak gangguan penerbangan. Laporan tersebut tidak secara khusus membahas jemaah haji atau umrah asal Indonesia.

Meski demikian, situasi ini relevan sebagai bahan evaluasi operasional bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, terutama dalam menyiapkan prosedur penanganan penumpang ketika terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan penyelenggara perjalanan meliputi:

  • Memantau status penerbangan. Periksa pengumuman resmi GACA, pengelola bandara, dan maskapai sebelum mengonfirmasi perubahan jadwal atau rute perjalanan jemaah.
  • Menyiapkan komunikasi cadangan. Pastikan jemaah memiliki nomor kontak petugas, akses komunikasi darurat, serta informasi yang diperlukan untuk menghubungi keluarga dan penyelenggara perjalanan.
  • Memeriksa pilihan rute alternatif. Jika penerbangan terganggu, koordinasikan opsi perjalanan dengan maskapai dan agen terkait sebelum memesan ulang tiket atau mengubah rencana transit.
  • Menyediakan prosedur eskalasi. Tentukan pihak yang harus dihubungi apabila jemaah tertahan di negara transit atau membutuhkan bantuan konsuler. Untuk jemaah Indonesia, jalur bantuan perlu disesuaikan dengan kewenangan perwakilan Indonesia dan otoritas setempat.

Langkah-langkah tersebut merupakan rekomendasi operasional, bukan ketentuan resmi yang diumumkan oleh STC atau pemerintah Arab Saudi dalam laporan yang menjadi sumber artikel ini.

Catatan ASPHIRASI

Pengumuman STC memberikan akses panggilan telepon gratis tanpa batas bagi pelanggan roaming di luar Arab Saudi selama 12–19 Oktober 2026. Kebijakan tersebut dapat membantu komunikasi dengan keluarga, tetapi tidak mencakup pernyataan bahwa layanan internet turut digratiskan.

Pengalaman Hisham Al-Ghasim yang dilaporkan Arab News menunjukkan bahwa akses internet dapat menjadi kebutuhan praktis ketika penumpang harus mengatur ulang perjalanan, menggunakan aplikasi, atau mencari pilihan transportasi alternatif. Penilaian tersebut merupakan pengalaman individual, bukan hasil survei yang mewakili seluruh penumpang terdampak.

Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, gangguan penerbangan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat komunikasi darurat, koordinasi dengan maskapai, dan prosedur penanganan jemaah yang tertahan. Namun, keputusan operasional tetap perlu didasarkan pada informasi resmi terbaru dari otoritas penerbangan, maskapai, serta perwakilan diplomatik yang berwenang.

Hal yang perlu dipantau selanjutnya adalah perkembangan operasional Bandara Internasional King Khalid, pembaruan jadwal penerbangan dari maskapai terkait, dan apakah STC mengumumkan perpanjangan layanan panggilan gratis setelah 19 Oktober 2026.

Sumber: STC

Bagikan