Berita

95 Jemaah Umrah Jawa Barat Dilaporkan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

95 Jemaah Umrah Jawa Barat Dilaporkan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

JAKARTA — Sebanyak 95 jemaah umrah asal Jawa Barat dilaporkan mengalami gangguan perjalanan udara pada 7–9 September 2026, di tengah gangguan penerbangan yang terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Angka tersebut muncul dalam sejumlah laporan media Indonesia pada 9 September yang mengutip informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat (Kanwil Kemenhaj Jabar).

Gangguan yang dilaporkan mencakup pembatalan dan penundaan penerbangan, baik untuk perjalanan keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

Namun, angka 95 tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Berdasarkan pemberitaan yang tersedia, angka itu merujuk pada jemaah yang telah melaporkan gangguan perjalanan kepada Kanwil Kemenhaj Jabar. Dengan demikian, angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai jumlah keseluruhan jemaah umrah Jawa Barat yang terdampak.

Dampak terhadap perjalanan jemaah umrah pada periode tersebut juga tidak terbatas pada penerbangan yang dibatalkan.

Sehari sebelumnya, Kanwil Kemenhaj Jabar melakukan pemantauan terhadap pengalihan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati. Dalam pemantauan tersebut, 784 jemaah dilaporkan dapat diberangkatkan melalui dua penerbangan setelah lokasi keberangkatan dialihkan.

Dampak terhadap perjalanan jemaah

Gangguan penerbangan dalam situasi seperti ini dapat memengaruhi sejumlah tahapan perjalanan umrah, mulai dari keberangkatan dari Indonesia hingga penerbangan kepulangan.

Dalam kasus yang dilaporkan di Jawa Barat, respons terhadap gangguan tersebut mencakup pengalihan lokasi penerbangan serta penyesuaian jadwal. Sementara itu, sebagian jemaah dilaporkan menghadapi pembatalan atau penundaan.

Bagi jemaah, perbedaan antara pengalihan penerbangan dan pembatalan penting diperhatikan. Pengalihan tidak selalu berarti perjalanan terhenti, sedangkan pembatalan atau penundaan dapat memerlukan penjadwalan ulang dan pengaturan perjalanan berikutnya.

Berdasarkan pemberitaan yang tersedia, sedikitnya 95 jemaah umrah Jawa Barat dilaporkan mengalami pembatalan atau penundaan penerbangan pada periode 7–9 September 2026 setelah gangguan penerbangan yang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kronologi penutupan hingga pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirangkum dalam Bandara Soetta kembali dibuka, bagaimana nasib penerbangan umrah yang tertahan.

Catatan ASPHIRASI: Gangguan Penerbangan dan Hak Jemaah

ASPHIRASI mengapresiasi pemantauan yang dilakukan Kanwil Kemenhaj Jawa Barat selama gangguan penerbangan berlangsung. Bencana alam berada di luar kendali travel maupun maskapai, tetapi cara penanganannya tetap menentukan seberapa besar kerugian yang ditanggung jemaah.

Kami sepakat bahwa angka jemaah terdampak perlu dibaca hati-hati karena merujuk pada laporan yang masuk. Travel yang jemaahnya mengalami pembatalan atau penundaan sebaiknya tetap melapor kepada instansi berwenang, agar gambaran dampak lebih utuh dan bantuan dapat diarahkan dengan tepat.

Bagi anggota asosiasi, situasi seperti ini menguji kesiapan rencana darurat: siapa yang menghubungi jemaah, bagaimana penjadwalan ulang diurus, dan siapa yang menanggung biaya tambahan. Kejelasan hal-hal tersebut dalam perjanjian tertulis sejak awal akan memudahkan penyelesaian dan menjaga kepercayaan jemaah.

Bagikan