
Arab Saudi Sebarkan 3,3 Juta Pesan Edukasi untuk Jemaah Umrah dalam 9 Bahasa
MAKKAH — Memahami tata cara ibadah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi jemaah saat menjalankan umrah di Tanah Suci. Terlebih bagi jemaah dari berbagai negara dengan latar belakang bahasa dan pengetahuan agama berbeda. Akses terhadap informasi yang mudah dipahami dapat membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah sekaligus memahami aturan selama berada di Makkah.
Arab Saudi memperluas penyampaian informasi tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi mencatat telah menyebarkan 3.360.400 pesan edukasi selama tiga bulan pertama musim umrah 1448 Hijriah.
Program edukasi tersebut menjangkau sekitar 225.000 penerima manfaat melalui layar elektronik yang beroperasi dalam sembilan bahasa.
Layar elektronik dipasang di ruang salat hotel sekitar Masjidil Haram serta sejumlah masjid di lokasi miqat Makkah, termasuk Al-Ji'ranah dan At-Tan'im.
Materi Edukasi Mencakup Tata Cara Umrah hingga Aturan Keselamatan
Materi yang ditampilkan tidak hanya membahas urutan pelaksanaan ibadah umrah. Kementerian Urusan Islam Arab Saudi juga memasukkan edukasi mengenai praktik ibadah, transaksi, serta berbagai ketentuan yang perlu dipatuhi jemaah.
Panduan tersebut disusun untuk membantu jemaah memahami rangkaian ibadah secara bertahap. Informasi mengenai aturan dan regulasi keselamatan juga menjadi bagian dari materi edukasi.
Dengan penempatan layar di ruang salat hotel dan masjid sekitar lokasi miqat, informasi dapat diakses jemaah di sejumlah titik sebelum maupun selama perjalanan menuju pelaksanaan umrah.
Inisiatif tersebut menunjukkan pemanfaatan ruang publik dan fasilitas yang dekat dengan aktivitas jemaah sebagai sarana penyampaian informasi keagamaan.
QR Code Membuka Akses ke Perpustakaan Digital
Selain layar elektronik, program edukasi tersebut menyediakan kode QR untuk mengakses buku dan sumber pengetahuan melalui perpustakaan elektronik.
Fasilitas ini memungkinkan jemaah memperoleh bahan bacaan dan referensi keagamaan melalui perangkat digital. Pemanfaatan kode QR juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Urusan Islam Arab Saudi dalam memperluas akses terhadap materi edukasi.
Menurut Saudi Press Agency (SPA) dalam laporan dari Makkah pada Kamis (29/10/2026), program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi memanfaatkan teknologi modern untuk melayani jemaah sekaligus mendukung pencapaian Saudi Vision 2030.
Arab Saudi Juga Sediakan Layanan Konsultasi Keagamaan
Penyampaian edukasi melalui layar elektronik bukan satu-satunya saluran informasi bagi jemaah umrah.
Arab News dalam laporan pada 29 Oktober 2026 menyebut Kementerian Urusan Islam Arab Saudi juga mengoperasikan layanan telepon bebas pulsa multibahasa. Melalui layanan tersebut, jemaah dapat meminta penjelasan mengenai tata cara umrah dan persoalan keagamaan kepada tenaga ahli.
Keberadaan layanan konsultasi tersebut melengkapi penyampaian informasi melalui media digital. Jemaah tidak hanya memperoleh materi edukasi secara mandiri, tetapi juga memiliki saluran untuk mengajukan pertanyaan mengenai persoalan ibadah.
Meski demikian, penyediaan informasi digital dan layanan konsultasi tidak menghilangkan kebutuhan pendampingan langsung selama perjalanan umrah. Peran pembimbing ibadah, mutawif, dan penyelenggara perjalanan tetap penting untuk membantu jemaah memahami serta menjalankan rangkaian ibadah sesuai ketentuan.
Bagi penyelenggara perjalanan umrah, perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa edukasi jemaah tidak semestinya berhenti pada pembekalan sebelum keberangkatan. Informasi mengenai tata cara ibadah, aturan setempat, dan akses layanan resmi perlu terus disampaikan selama jemaah berada di Arab Saudi.
Sumber: SPA




