
Paspor untuk umrah dan haji dibuat di kantor imigrasi seperti paspor perjalanan biasa. Tidak ada paspor khusus ibadah. Calon jemaah cukup mengajukan permohonan, membawa dokumen kependudukan asli, lalu menjalani wawancara, pengambilan foto, dan perekaman sidik jari.
Yang membedakan adalah waktunya. Visa umrah dan haji tidak dapat diproses tanpa paspor yang sah dan masih berlaku cukup lama. Karena itu, paspor sebaiknya diurus jauh sebelum jadwal keberangkatan, bukan setelah travel meminta berkas visa.
Dokumen apa yang perlu dibawa?
Persyaratan rinci ditetapkan Direktorat Jenderal Imigrasi dan dapat diperbarui. Secara umum, pemohon dewasa diminta menyiapkan dokumen berikut dalam bentuk asli:
- KTP elektronik yang masih berlaku.
- Kartu Keluarga.
- Salah satu dokumen yang memuat nama, tempat, dan tanggal lahir, misalnya akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah.
- Paspor lama, bila pemohon pernah memiliki paspor.
Pemohon anak dan pemohon dengan kondisi tertentu biasanya diminta dokumen tambahan, termasuk kehadiran orang tua. Daftar lengkapnya perlu dicek langsung di kanal resmi imigrasi sebelum datang.
Lima langkah membuat paspor
- Pastikan data di KTP, Kartu Keluarga, dan akta atau ijazah sama persis, terutama ejaan nama dan tanggal lahir. Perbedaan kecil kerap membuat permohonan ditunda.
- Daftar dan pilih jadwal kedatangan melalui aplikasi resmi imigrasi, M-Paspor, atau kanal lain yang ditunjuk kantor imigrasi setempat.
- Bayar biaya penerbitan sesuai jenis paspor yang dipilih melalui kanal pembayaran resmi. Simpan bukti pembayarannya.
- Datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal dengan membawa dokumen asli untuk wawancara, foto, dan perekaman biometrik.
- Ambil paspor pada tanggal yang ditentukan, lalu periksa kembali seluruh data yang tercetak sebelum meninggalkan loket.
Hal yang sering terlewat oleh calon jemaah
Masa berlaku paspor perlu diperiksa sebelum jemaah mengurus visa. Untuk calon jemaah haji, panduan imigrasi mencantumkan ketentuan masa berlaku paspor minimal enam bulan pada saat keberangkatan. Sementara itu, persyaratan untuk perjalanan umrah perlu dikonfirmasi sesuai ketentuan visa yang berlaku.
Karena itu, calon jemaah sebaiknya memeriksa masa berlaku paspor sejak awal pendaftaran. Jangan menunggu sampai jadwal pengajuan visa sudah dekat untuk mengetahui bahwa paspor perlu diperbarui.
Ketepatan data juga tidak kalah penting. Pastikan nama dan informasi identitas di paspor sesuai dengan dokumen yang digunakan dalam proses pendaftaran perjalanan. Perbedaan data dapat memerlukan klarifikasi atau koreksi dan berpotensi menghambat proses administrasi.
Paspor hanyalah salah satu dokumen yang perlu disiapkan. Daftar dokumen lain yang perlu diperiksa sebelum keberangkatan dapat dibaca dalam artikel dokumen yang wajib disiapkan sebelum berangkat umrah.
Catatan ASPHIRASI
Pengurusan paspor dilakukan melalui layanan resmi imigrasi. Travel dapat membantu mengarahkan jemaah mengenai dokumen yang perlu disiapkan serta mengingatkan mereka untuk memeriksa masa berlaku dan ketepatan data sejak awal pendaftaran.
Jemaah juga perlu berhati-hati ketika menyerahkan dokumen asli kepada pihak lain. Jika paspor diserahkan kepada travel untuk keperluan administrasi perjalanan, mintalah tanda terima dan kejelasan mengenai tujuan penggunaan serta waktu pengembaliannya.
Bagi penyelenggara perjalanan, membantu jemaah memahami persiapan dokumen sejak awal merupakan bagian dari pelayanan yang baik. Pemeriksaan awal dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan administrasi menjelang keberangkatan.
Catatan mengenai kemutakhiran data
Persyaratan dokumen, biaya, jenis paspor, dan cara pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu. Ketentuan masa berlaku paspor untuk visa juga mengikuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Pastikan informasi terbaru melalui laman dan aplikasi resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, kantor imigrasi setempat, serta Kementerian Haji dan Umrah sebelum mengajukan permohonan.




