
Otoritas Umum Statistik Arab Saudi atau General Authority for Statistics (GASTAT) mencatat inflasi tahunan naik menjadi 1,9 persen pada September 2026, dari 1,8 persen pada Agustus. Dilansir Arab News, kenaikan ini terutama berkaitan dengan meningkatnya biaya perumahan, transportasi, serta makanan dan minuman. Sementara itu, indeks harga konsumen (CPI) secara bulanan tidak berubah dibandingkan Agustus.
Berdasarkan data yang dilaporkan Arab News, kategori perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya mencatat kenaikan tahunan sebesar 3,6 persen. Harga transportasi naik 2,3 persen dibandingkan September 2025, sedangkan makanan dan minuman meningkat 1,4 persen.
Meski inflasi tahunan meningkat 0,1 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya, indeks harga konsumen Arab Saudi tidak mengalami perubahan secara bulanan. Kenaikan harga di sejumlah kategori diimbangi penurunan pada kategori lainnya.
Biaya Perumahan Menyumbang 0,7 Poin Persentase terhadap Inflasi Tahunan
Kategori perumahan dan utilitas menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan, dengan kontribusi 0,7 poin persentase. Menurut laporan GASTAT yang dikutip Arab News, kenaikan harga pada kategori perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya terutama dipengaruhi oleh meningkatnya biaya sewa riil tempat tinggal.
Harga pada kelompok sewa riil tempat tinggal naik 3,5 persen secara tahunan. Secara bulanan, kelompok ini juga mencatat kenaikan sebesar 0,2 persen pada September.
Transportasi dan Layanan Restoran-Akomodasi Ikut Naik
Kategori transportasi serta makanan dan minuman masing-masing menyumbang 0,3 poin persentase terhadap inflasi tahunan.
Di luar kategori tersebut, perawatan pribadi, perlindungan sosial, dan barang serta jasa lainnya mencatat kenaikan 3,3 persen. Kenaikan ini antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya harga kelompok barang pribadi lainnya sebesar 11,9 persen, termasuk kenaikan 12,9 persen pada harga perhiasan dan jam tangan.
Kategori rekreasi, olahraga, dan budaya naik 2,5 persen, antara lain dipicu kenaikan 4,5 persen pada harga paket liburan. Sementara itu, layanan asuransi dan keuangan meningkat 2 persen, layanan restoran dan akomodasi naik 1,9 persen, serta biaya pendidikan bertambah 1,3 persen secara tahunan.
Sebaliknya, harga perabot dan peralatan rumah tangga turun 0,5 persen, sedangkan pakaian dan alas kaki turun 0,4 persen dibandingkan September 2025.
Perubahan Harga secara Bulanan
Secara bulanan, pendidikan mencatat kenaikan terbesar, yaitu 1,2 persen. Makanan dan minuman, perumahan dan utilitas, serta perawatan pribadi masing-masing naik 0,1 persen.
Di sisi lain, layanan restoran dan akomodasi turun 0,5 persen dibandingkan Agustus. Harga pada kategori rekreasi, olahraga, dan budaya turun 0,6 persen, pakaian dan alas kaki turun 0,3 persen, serta perabot dan peralatan rumah tangga turun 0,2 persen.
Menurut metodologi yang dijelaskan dalam laporan tersebut, GASTAT menyusun indeks harga konsumen menggunakan keranjang yang terdiri atas 582 item. Pembobotan indeks didasarkan pada pola pengeluaran rumah tangga yang dihimpun melalui Survei Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga 2023.
Apa Artinya bagi Travel dan Jemaah Indonesia?
Data inflasi Arab Saudi menunjukkan bahwa perumahan dan transportasi menjadi beberapa komponen yang berkontribusi terhadap kenaikan harga tahunan pada September 2026. Layanan restoran dan akomodasi juga mencatat kenaikan tahunan sebesar 1,9 persen, meskipun turun 0,5 persen secara bulanan.
Namun, angka tersebut merupakan indikator harga konsumen secara umum. Data yang dilaporkan tidak merinci perubahan tarif hotel, katering, transportasi darat, atau paket layanan yang secara khusus digunakan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Karena itu, perkembangan inflasi dapat menjadi salah satu indikator untuk dievaluasi penyelenggara perjalanan ibadah ketika meninjau biaya operasional, tetapi tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa harga paket haji atau umrah akan meningkat.
Beberapa hal yang dapat dicermati penyelenggara perjalanan meliputi:
- Perkembangan biaya sewa dan utilitas di Arab Saudi sebagai salah satu indikator kondisi biaya akomodasi.
- Perubahan harga pada kategori transportasi ketika menyusun estimasi biaya operasional.
- Perkembangan harga layanan restoran dan akomodasi, dengan tetap membedakan inflasi umum dari tarif yang ditawarkan mitra penyedia layanan.
- Rilis inflasi GASTAT berikutnya untuk melihat apakah tren kenaikan harga berlanjut atau berubah.
Catatan ASPHIRASI
Kenaikan inflasi tahunan Arab Saudi menjadi 1,9 persen pada September 2026 menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah kategori, terutama perumahan dan transportasi. Namun, data tersebut belum memberikan gambaran langsung mengenai perubahan biaya layanan yang digunakan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Penyelenggara perjalanan dapat menggunakan perkembangan inflasi sebagai salah satu bahan evaluasi biaya operasional, sambil tetap mengacu pada penawaran aktual dari hotel, perusahaan transportasi, penyedia katering, dan mitra layanan di Arab Saudi.
Perkembangan harga sewa riil tempat tinggal dan kategori transportasi layak dicermati dalam rilis statistik berikutnya. Meski demikian, penyesuaian biaya paket perjalanan tetap perlu didasarkan pada perubahan tarif dan biaya aktual, bukan semata-mata pada angka inflasi nasional.
Sumber: Arab News




