
Konferensi dan Pameran Haji keenam akan digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 8–11 November 2026. Dilansir Arab News pada 10 Oktober 2026, kegiatan ini akan mempertemukan lebih dari 520 organisasi lokal dan internasional untuk membahas peningkatan layanan jemaah serta persiapan musim Haji 2027.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program (PEP), salah satu inisiatif dalam kerangka Visi Saudi 2030, dan berlangsung di bawah naungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Peserta mencakup lembaga pemerintah, sektor swasta, organisasi nirlaba, serta pejabat dan spesialis dari berbagai bidang layanan haji. Pembahasan akan meliputi penyelesaian kontrak, pengaturan operasional dan organisasi, solusi baru, inisiatif, kemitraan, hingga kesiapan menghadapi musim haji berikutnya.
Menurut penyelenggara, konferensi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan awal musim Haji 1448 Hijriah atau 2027.
Tiga jalur pembahasan mencakup infrastruktur hingga pembangunan berkelanjutan
Para pemimpin, pejabat, dan spesialis dari berbagai negara akan mengikuti tiga jalur pembahasan utama, yakni infrastruktur dan layanan operasional, pemberdayaan dan integrasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Dalam laporan Arab News, edisi keenam ini akan menghadirkan lebih dari 15 zona dan program. Di antaranya adalah Konferensi Haji, Dewan Haji, serta Forum Kesadaran dan Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung untuk pertama kalinya.
Rangkaian kegiatan lainnya mencakup lokakarya, zona kewirausahaan dan inovasi, hackathon, pusat bisnis, serta pusat khusus teknologi, kesehatan, media, dan penerbangan.
Pertemuan khusus juga disiapkan bagi para kepala kantor urusan haji untuk membahas layanan, memperkuat hubungan bisnis, dan membuka peluang kemitraan baru.
Pameran yang menyertai konferensi akan menghadirkan organisasi dan penyedia layanan dari lebih dari 150 negara. Sektor yang terlibat meliputi penerbangan, transportasi, perhotelan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, pengembangan tenaga kerja, investasi, dan pengembangan bisnis.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi turut membuka pendaftaran bagi organisasi, spesialis, dan masyarakat umum melalui situs resmi konferensi.
Edisi sebelumnya mencatat lebih dari 204.000 pengunjung
Konferensi dan Pameran Haji merupakan forum tahunan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem layanan haji.
Menurut data yang dikutip Arab News, penyelenggaraan tahun sebelumnya menarik lebih dari 204.000 pengunjung dan melibatkan 270 peserta pameran dari lebih dari 150 negara. Kegiatan tersebut juga mencakup 134 sesi dan lokakarya khusus, sementara lebih dari 2.600 peserta mengikuti program pelatihan.
Konferensi pertama digelar di Jeddah pada Maret 2022 dengan tema Transformation Towards Innovation. Edisi tersebut memiliki enam jalur pembahasan, termasuk pengelolaan kerumunan, limbah, akomodasi, katering, kesehatan, dan transportasi.
Edisi kedua berlangsung pada Januari 2023 dengan tema Quality in the Services Ecosystem. Acara ini menarik lebih dari 60.000 pengunjung dan melibatkan lebih dari 200 perusahaan, dengan 70 pembicara lokal serta 11 pembicara internasional.
Pada edisi ketiga, jumlah pengunjung mencapai sekitar 100.000 orang. Acara tersebut melibatkan lebih dari 200 penyedia layanan dan 27 entitas pemerintah, serta dihadiri lebih dari 80 menteri dan kepala misi haji. Kesepakatan haji dengan 76 negara juga diumumkan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, edisi keempat bertajuk A Passage to the Rituals diselenggarakan pada Januari 2025. Acara tersebut menghadirkan 300 peserta pameran dari lebih dari 100 negara dan 150 pembicara dalam 75 sesi diskusi panel. Jumlah pengunjungnya mencapai sekitar 150.000 orang, sedangkan kesepakatan haji ditandatangani dengan 77 negara.
Apa artinya bagi penyelenggara haji Indonesia?
Hingga laporan Arab News pada 10 Oktober 2026, belum ada pengumuman dalam artikel tersebut mengenai perubahan kuota atau regulasi khusus bagi Indonesia terkait musim Haji 2027.
Meski demikian, agenda konferensi mencakup penyelesaian kontrak, pembahasan operasional, dan pengembangan kemitraan. Hal ini membuat hasil pertemuan tersebut relevan untuk dipantau oleh pemangku kepentingan penyelenggaraan haji, termasuk pihak Indonesia.
Beberapa hal yang dapat dicermati setelah konferensi berlangsung meliputi:
- Kontrak dan pengaturan operasional: perkembangan kesepakatan yang berkaitan dengan persiapan layanan haji musim 2027.
- Infrastruktur dan layanan jemaah: pembahasan mengenai transportasi, akomodasi, kesehatan, dan fasilitas pendukung.
- Teknologi dan penerbangan: solusi serta inovasi yang diperkenalkan dalam pameran dan kemungkinan relevansinya bagi penyelenggaraan haji berikutnya.
- Kerja sama internasional: pengumuman kemitraan atau kesepakatan baru yang dapat diketahui setelah acara berlangsung.
Catatan ASPHIRASI
Konferensi dan Pameran Haji keenam di Jeddah dijadwalkan berlangsung pada 8–11 November 2026, dengan fokus pada kesiapan operasional, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan dalam layanan haji.
Informasi yang dipublikasikan Arab News pada 10 Oktober memperluas gambaran mengenai program edisi keenam, termasuk kehadiran lebih dari 15 zona dan program serta Forum Kesadaran dan Pelatihan yang untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian kegiatan.
Namun, agenda konferensi tersebut belum dapat diperlakukan sebagai bukti adanya perubahan kebijakan yang secara khusus menyangkut Indonesia. Perkembangan mengenai kontrak, kerja sama, dan pengaturan operasional musim Haji 2027 masih perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Bagi penyelenggara haji Indonesia, hasil konferensi dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk memantau perkembangan ekosistem layanan haji Arab Saudi menjelang musim 2027.
Sumber: Arab News




