Saudi Update

Konferensi Haji Jeddah Keenam Digelar 8-11 November, Soroti Inovasi Layanan Jemaah

Konferensi Haji Jeddah Keenam Digelar 8-11 November, Soroti Inovasi Layanan Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan menggelar Konferensi dan Pameran Haji keenam di Jeddah pada 8 hingga 11 November 2026, di bawah naungan Raja Salman. Dilansir Arab News, Selasa (15/9/2026), acara ini diselenggarakan bersama Pilgrim Experience Program dan akan mempertemukan lebih dari 520 organisasi lokal maupun internasional dari sektor publik, swasta, dan nirlaba.

Konferensi ini menjadi platform global untuk mempertemukan para pemangku kepentingan, memperkuat kemitraan lokal dan internasional, serta meningkatkan layanan bagi jemaah. Peneliti, pengusaha, dan inovator akan membahas berbagai tantangan sekaligus memaparkan upaya Arab Saudi dan komitmen kepemimpinan dalam melayani jemaah.

Acara ini juga akan memperkenalkan kantor urusan haji dan delegasi internasional pada berbagai pengalaman layanan di Makkah dan Madinah, menampilkan perkembangan sektor haji, serta menghubungkan keahlian lokal, regional, dan internasional untuk memfasilitasi kesepakatan kerja sama dan mendorong keunggulan layanan haji.

Menurut pengumuman Saudi yang dikutip SPA, konferensi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan awal musim haji 1448 H. Agenda persiapan mencakup pembahasan aspek operasional dan regulasi, kontrak, solusi dan inisiatif, pembangunan kemitraan, serta peningkatan kesiapan menghadapi musim haji.

Tiga jalur utama membahas infrastruktur, pemberdayaan, dan pembangunan berkelanjutan

Platform global ini akan menghadirkan para pemimpin, pengambil keputusan, dan spesialis dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik melalui tiga jalur utama.

Jalur infrastruktur dan layanan operasional mencakup transportasi dan logistik, manajemen infrastruktur dan fasilitas, akomodasi dan perhotelan, serta katering dan nutrisi.

Jalur pemberdayaan dan integrasi berfokus pada keamanan dan keselamatan, layanan kesehatan, media dan komunikasi, serta teknologi dan inovasi.

Adapun jalur pembangunan berkelanjutan membahas sektor nirlaba, kewirausahaan, pelatihan dan pengembangan profesional, serta upaya memperkaya pengalaman jemaah.

Pameran menghadirkan peserta dari lebih 150 negara

Selain konferensi, digelar pula pameran khusus yang menampilkan organisasi dan penyedia layanan serta solusi terkait haji dari lebih dari 150 negara.

Menurut pengumuman Saudi, pameran tersebut akan menempati area lebih dari 67.000 meter persegi. Pameran mencakup komunitas khusus yang mempertemukan para pemimpin, kantor urusan haji, dan penyedia layanan, bersama perwakilan dari sektor penerbangan, transportasi, perhotelan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, tenaga kerja, investasi, dan pengembangan bisnis.

Interaksi antarkomunitas berlangsung melalui forum khusus, diskusi panel, meja bundar, lokakarya, pertemuan bisnis, serta platform untuk meluncurkan inisiatif dan kesepakatan serta menampilkan solusi dan inovasi.

Program ini bertujuan memperkuat koordinasi di seluruh ekosistem layanan haji, mendukung kemitraan, dan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.

Edisi sebelumnya menarik lebih dari 204.000 pengunjung dan 270 exhibitor

Berdasarkan catatan penyelenggara yang dikutip Arab News, edisi sebelumnya konferensi ini menarik lebih dari 204.000 pengunjung dan menghadirkan 270 exhibitor dari lebih dari 150 negara.

Edisi tersebut juga mencakup 134 sesi dan lokakarya khusus, sementara program pelatihannya memberi manfaat bagi lebih dari 2.600 peserta dari berbagai negara.

Kementerian Haji dan Umrah mengundang organisasi, spesialis, dan pihak yang berminat untuk mendaftar serta melihat program dan jadwal acara konferensi tahun ini.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Bagi industri travel haji dan umrah Indonesia, forum ini dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk memantau perkembangan layanan, teknologi, dan peluang kemitraan dalam ekosistem haji Arab Saudi. Tiga jalur pembahasannya mencakup transportasi, akomodasi, kesehatan, teknologi, hingga aspek lain yang relevan dengan operasional layanan haji.

Namun, informasi yang tersedia saat ini belum merinci kebijakan, produk, solusi, atau inisiatif spesifik yang akan diperkenalkan dalam konferensi tahun ini. Karena itu, sejumlah hal berikut dapat dicermati oleh penyelenggara perjalanan ibadah Indonesia:

  • Perkembangan pembahasan transportasi, akomodasi, dan katering dalam jalur infrastruktur dan layanan operasional.
  • Inovasi teknologi dan layanan kesehatan yang diperkenalkan dalam jalur pemberdayaan dan integrasi.
  • Peluang kemitraan dan kesepakatan bisnis yang terbuka melalui forum, lokakarya, dan pertemuan bisnis dalam pameran.

Belum ada informasi dalam pengumuman tersebut yang secara spesifik menyatakan perubahan terhadap kuota, visa, paket perjalanan, atau ketentuan operasional travel Indonesia.

Catatan ASPHIRASI

Konferensi dan Pameran Haji keenam di Jeddah merupakan forum berskala global yang mempertemukan lebih dari 520 organisasi dari sektor publik, swasta, dan nirlaba. Agenda konferensi juga ditempatkan sebagai bagian dari persiapan awal musim haji 1448 H oleh pihak Saudi.

Bagi operator travel haji dan umrah Indonesia, agenda tersebut dapat menjadi salah satu forum yang perlu dipantau, khususnya untuk perkembangan di bidang transportasi, akomodasi, kesehatan, teknologi, serta peluang kemitraan dalam ekosistem layanan haji.

Namun, dampak konkret terhadap penyelenggara perjalanan ibadah di Indonesia masih bergantung pada hasil konferensi dan pengumuman resmi berikutnya. Hal yang perlu dicermati antara lain kesepakatan kerja sama, inisiatif, solusi teknologi, dan perkembangan layanan yang berpotensi berkaitan dengan penyelenggaraan haji pada musim mendatang.

Sumber: Arab News

Bagikan