Saudi Update

Putra Mahkota Yordania Dukung Saudi Hadapi Serangan Houthi, Bertemu Pangeran MBS di Riyadh

Putra Mahkota Yordania Dukung Saudi Hadapi Serangan Houthi, Bertemu Pangeran MBS di Riyadh

Ancaman serangan terhadap Arab Saudi mendapat kecaman dari Yordania. Putra Mahkota Yordania Al Hussein ibn Abdullah II menyatakan solidaritas penuh terhadap kerajaan dan mendukung langkah pemerintah Saudi untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keamanan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh, Senin (2/11/2026).

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) pada Selasa (3/11/2026), Al Hussein mengecam serangan yang dilakukan milisi Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi.

Al Hussein juga menegaskan dukungan Yordania terhadap langkah-langkah yang diambil Arab Saudi untuk melindungi aset dan sumber daya kerajaan.

Dukungan tersebut mencakup upaya menghadapi ancaman terhadap keamanan Arab Saudi serta keselamatan warga negara dan penduduk yang tinggal di wilayah kerajaan.

Yordania Tegaskan Solidaritas terhadap Arab Saudi

Pernyataan Al Hussein memperlihatkan posisi Yordania dalam menyikapi ancaman keamanan yang dihadapi Arab Saudi.

SPA melaporkan bahwa Putra Mahkota Yordania menyampaikan kecaman terhadap serangan milisi Houthi sekaligus menegaskan solidaritas penuh negaranya terhadap Arab Saudi.

Meski demikian, laporan SPA tidak menyebutkan bentuk dukungan operasional atau keterlibatan militer Yordania dalam langkah Arab Saudi menghadapi ancaman tersebut.

Karena itu, dukungan yang disampaikan Al Hussein perlu dipahami sebagai pernyataan solidaritas politik dan diplomatik, tanpa mengasumsikan adanya komitmen militer tertentu.

Sejumlah Pejabat Kedua Negara Hadiri Pertemuan

Pertemuan di Riyadh tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat senior dari Arab Saudi dan Yordania.

Dari pihak Arab Saudi, hadir:

  • Pangeran Mohammed bin Abdulrahman bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Wilayah Riyadh.
  • Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, Menteri Luar Negeri.
  • Khalid Al-Issa, Menteri Negara sekaligus anggota Dewan Menteri.

Sementara itu, delegasi Yordania mencakup:

  • Ayman Safadi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat.
  • Mayor Jenderal Majdi Al-Harasis, Ketua Kepala Staf Gabungan.
  • Dr. Zaid Baqain, Direktur Kantor Putra Mahkota Yordania.

Selain membahas kecaman terhadap serangan Houthi, kedua pihak juga meninjau hubungan historis antara Arab Saudi dan Yordania, termasuk komitmen bersama untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Pertemuan tersebut diawali dengan penyampaian salam dari Raja Abdullah II kepada Raja Salman dan Mohammed bin Salman. Sebaliknya, Mohammed bin Salman juga menitipkan salam Raja Salman dan dirinya kepada Raja Abdullah II.

Bagaimana Dampaknya terhadap Perjalanan Haji dan Umrah?

Pernyataan dukungan Yordania terhadap Arab Saudi menjadi salah satu perkembangan diplomatik yang relevan untuk diperhatikan oleh industri haji dan umrah.

Arab Saudi merupakan negara tujuan utama perjalanan ibadah jemaah Indonesia. Karena itu, perkembangan keamanan yang melibatkan wilayah kerajaan perlu menjadi bagian dari pemantauan penyelenggara perjalanan, maskapai, dan pihak terkait.

Namun, laporan SPA mengenai pertemuan kedua putra mahkota tidak menyebutkan adanya gangguan terhadap bandara, pembatasan wilayah udara, pembatalan penerbangan, maupun perubahan kebijakan perjalanan umrah.

Tidak ada pula informasi dalam laporan tersebut mengenai dampak langsung serangan Houthi terhadap Makkah dan Madinah.

Dengan demikian, belum terdapat dasar untuk menyimpulkan bahwa perkembangan diplomatik ini telah memengaruhi operasional perjalanan jemaah Indonesia.

Bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), beberapa aspek yang tetap perlu dipantau meliputi:

  • Perkembangan pernyataan dan kebijakan keamanan pemerintah Arab Saudi.
  • Informasi resmi mengenai kondisi penerbangan dan wilayah udara.
  • Pembaruan operasional dari maskapai yang melayani rute Indonesia-Arab Saudi.
  • Imbauan perjalanan dari otoritas Indonesia maupun Arab Saudi.

Catatan ASPHIRASI

Kecaman Yordania terhadap serangan Houthi memperlihatkan bahwa ancaman terhadap keamanan Arab Saudi turut mendapat perhatian dari negara mitra di kawasan.

Bagi industri haji dan umrah, perkembangan seperti ini perlu dibaca secara proporsional. Pernyataan solidaritas diplomatik tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya gangguan terhadap perjalanan jemaah.

Namun, pemantauan situasi keamanan tetap penting untuk memastikan penyelenggara memiliki informasi yang memadai apabila terjadi perubahan kondisi operasional.

Sampai laporan SPA mengenai pertemuan tersebut diterbitkan, belum ada informasi mengenai dampak langsung terhadap penerbangan maupun layanan perjalanan ibadah umrah Indonesia.

Sumber: SPA

Bagikan