Berita

Sejumlah Negara Masih Terapkan Travel Warning Ke Saudi

Sejumlah Negara Masih Terapkan Travel Warning Ke Saudi

Sejumlah negara memperketat imbauan perjalanan ke Arab Saudi setelah serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk bandara, mengganggu operasional penerbangan. Namun, tingkat peringatan yang dikeluarkan pemerintah masing-masing negara berbeda, mulai dari anjuran menunda seluruh perjalanan hingga pembatasan perjalanan ke wilayah tertentu.

Hingga 17 Oktober 2026, Australia dan Selandia Baru telah mengeluarkan peringatan paling tegas dengan meminta warganya tidak bepergian ke Arab Saudi. Sementara itu, Amerika Serikat meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan, sedangkan Inggris menghindari perjalanan yang tidak esensial ke sebagian besar wilayah kerajaan tersebut.

Pembaruan itu muncul di tengah gangguan penerbangan dan ancaman serangan lanjutan terhadap bandara Arab Saudi. Pemerintah negara-negara tersebut meminta warganya memantau perkembangan keamanan dan memastikan status penerbangan sebelum menuju bandara.

Daftar negara dan pembaruan travel warning Arab Saudi

1. Australia: Peringatan diperketat pada 16 Oktober

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menaikkan status peringatan perjalanan Arab Saudi menjadi Do Not Travel pada 16 Oktober 2026.

Melalui laman Smartraveller, pemerintah Australia meminta warganya menunda perjalanan yang telah direncanakan, termasuk untuk tujuan keagamaan. Pemerintah juga secara khusus melarang perjalanan menuju Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan meminta kehati-hatian ekstrem jika menggunakan bandara lain.

Peringatan itu juga menyoroti penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, serta keterlambatan yang dapat terjadi dalam waktu singkat.

Sumber: Smartraveller Australia, diperbarui 16 Oktober 2026.

2. Selandia Baru: Meminta warga mempertimbangkan meninggalkan Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru menetapkan status Do Not Travel untuk Arab Saudi. Laman SafeTravel diperbarui pada 14 Oktober 2026.

Pemerintah Selandia Baru meminta warganya yang berada di Arab Saudi mempertimbangkan pilihan untuk meninggalkan negara tersebut ketika situasi memungkinkan. Warga juga diminta tidak menuju Bandara King Khalid di Riyadh karena gangguan operasional setelah serangan berulang.

Untuk warga yang perlu meninggalkan Arab Saudi, pemerintah menyarankan agar pilihan transportasi dan rute perjalanan dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi keamanan.

Sumber: SafeTravel Selandia Baru, diperbarui 14 Oktober 2026.

3. Amerika Serikat: Level 3, pertimbangkan kembali perjalanan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menetapkan Arab Saudi pada Level 3 – Reconsider Travel. Peringatan tersebut diterbitkan pada 12 Oktober 2026.

Pemerintah AS menyebut risiko serangan rudal dan drone, konflik bersenjata, serta terorisme sebagai alasan untuk meminta warganya mempertimbangkan kembali rencana perjalanan.

Level 3 bukan larangan menyeluruh untuk memasuki Arab Saudi. Namun, warga diminta menilai kembali kebutuhan perjalanan dan memahami risiko keamanan sebelum mengambil keputusan.

Sumber: U.S. Department of State, diterbitkan 12 Oktober 2026.

4. Kanada: Menghindari perjalanan yang tidak esensial

Pemerintah Kanada memperingatkan warganya agar menghindari perjalanan yang tidak esensial ke Arab Saudi akibat situasi keamanan regional yang tidak stabil.

Pembaruan pada laman resmi Travel Advice and Advisories tercatat pada 8 Oktober 2026. Pemerintah Kanada juga menetapkan imbauan lebih ketat untuk sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Asir, Jazan, dan Najran.

Peringatan ini perlu dibedakan dari larangan perjalanan secara menyeluruh. Pemerintah Kanada menggunakan kategori Avoid non-essential travel, sementara beberapa wilayah tertentu masuk dalam kategori Avoid all travel.

Sumber: Government of Canada, diperbarui 8 Oktober 2026.

5. Inggris: Menghindari perjalanan yang tidak esensial sejak pembaruan 16 Oktober

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) memperbarui imbauan perjalanan Arab Saudi pada 16 Oktober 2026.

FCDO menyarankan warga Inggris menghindari seluruh perjalanan yang tidak esensial ke sebagian besar wilayah Arab Saudi. Sementara itu, perjalanan ke wilayah dalam jarak 10 kilometer dari perbatasan Yaman tetap masuk kategori larangan perjalanan.

FCDO juga memperingatkan warga Inggris agar menjauhi Bandara King Khalid di Riyadh sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait. Ancaman terhadap bandara, fasilitas militer, pelabuhan, dan infrastruktur energi turut menjadi perhatian.

Sumber: Foreign, Commonwealth & Development Office, diperbarui 16 Oktober 2026.

6. Korea Selatan: Level 3 dan imbauan membatalkan perjalanan

Korea Selatan menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi menjadi Level 3 mulai 11 Oktober 2026.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan meminta warganya yang sudah berada di Arab Saudi untuk meninggalkan negara tersebut, kecuali jika memiliki urusan mendesak. Warga yang berencana berkunjung diminta membatalkan atau menunda perjalanan.

Peringatan tersebut menyusul serangan terhadap Bandara King Khalid di Riyadh dan meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan warga Korea Selatan di kawasan Timur Tengah.

Tanggal 11 Oktober merupakan tanggal mulai berlakunya peningkatan peringatan yang diberitakan Yonhap News Agency. Tanggal tersebut tidak otomatis menunjukkan tanggal pembaruan terakhir laman advisori pemerintah Korea Selatan.

Sumber: Yonhap News Agency, 11 Oktober 2026.

7. Jepang: Pembatasan perjalanan berdasarkan wilayah

Jepang menerapkan peringatan perjalanan berdasarkan tingkat risiko di masing-masing wilayah Arab Saudi. Pembaruan resmi terakhir yang teridentifikasi dalam penelusuran ini diterbitkan pada 9 Oktober 2026.

Kementerian Luar Negeri Jepang menaikkan peringatan menjadi Level 2 untuk sejumlah wilayah, termasuk seluruh Provinsi Riyadh dan Provinsi Timur, serta beberapa wilayah di bagian selatan negara itu. Level 2 berarti perjalanan yang tidak esensial dianjurkan untuk dihentikan.

Sementara itu, wilayah di sepanjang perbatasan Yaman tetap berada pada Level 3, yang berarti perjalanan tidak dianjurkan. Wilayah lainnya masih berada pada Level 1.

Dengan demikian, peringatan Jepang tidak sama dengan larangan perjalanan secara nasional.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Jepang, diperbarui 9 Oktober 2026.

8. Singapura: Menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan imbauan perjalanan pada 13 Oktober 2026, meminta warga Singapura menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi.

Pemerintah Singapura menyebut peningkatan risiko keamanan akibat serangan rudal dan drone terhadap infrastruktur penerbangan serta energi. Bandara King Khalid di Riyadh disebut mengalami serangan berulang yang mengakibatkan penghentian operasional dan pengalihan penerbangan.

Warga Singapura yang sudah berada di Arab Saudi diminta menghindari Bandara King Khalid dan wilayah berisiko tinggi sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Sumber: Ministry of Foreign Affairs Singapore, 13 Oktober 2026.

Bagaimana Sikap Indonesia terhadap Keberangkatan Umrah?

Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan larangan menyeluruh terhadap perjalanan umrah ke Arab Saudi. Namun, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau calon jemaah memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah di tengah gangguan penerbangan akibat eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan imbauan tersebut pada 14 Oktober 2026. Menurutnya, penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah masih tergolong aman berdasarkan informasi yang diterima pemerintah.

Sehari kemudian, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf kembali mengingatkan jemaah untuk berhati-hati, khususnya mereka yang menggunakan penerbangan transit. Ia meminta calon jemaah mencermati lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh mengalami pembatalan, perubahan rute, atau pengaturan ulang perjalanan. Berdasarkan pemantauan operasional yang merujuk pada data 12 Oktober, penerbangan langsung Indonesia–Arab Saudi yang tercantum dalam laporan masih beroperasi.

Dengan demikian, sikap pemerintah Indonesia berbeda dari negara-negara yang meminta warganya tidak bepergian ke Arab Saudi atau menunda seluruh perjalanan. Pemerintah Indonesia masih mengizinkan keberangkatan umrah, tetapi mengimbau jemaah mengutamakan penerbangan langsung, memeriksa status perjalanan bersama penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), serta mengikuti perkembangan informasi resmi.

Imbauan memilih penerbangan langsung bukan jaminan bahwa semua perjalanan bebas risiko. Calon jemaah tetap perlu memeriksa jadwal dan rute aktual dengan maskapai karena kondisi operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

Travel warning tidak selalu berarti larangan masuk

Delapan negara tersebut tidak menerapkan kebijakan yang seragam. Australia dan Selandia Baru meminta warganya tidak bepergian ke Arab Saudi, sedangkan Amerika Serikat menetapkan Level 3 dan meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan.

Inggris dan Kanada menggunakan kategori yang berfokus pada perjalanan tidak esensial, sementara Jepang membedakan peringatan berdasarkan wilayah. Korea Selatan meminta warganya membatalkan atau menunda perjalanan serta menyarankan warga yang sudah berada di Arab Saudi untuk pergi jika tidak memiliki urusan mendesak.

Bagi calon jemaah umrah Indonesia, peringatan dari negara lain tidak otomatis menjadi larangan bagi WNI. Namun, gangguan penerbangan dan perubahan situasi keamanan tetap menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan sebelum keberangkatan.

Jemaah dan penyelenggara perjalanan perlu memeriksa informasi terbaru dari Kementerian Luar Negeri RI, perwakilan Indonesia di Arab Saudi, otoritas bandara, dan maskapai sebelum mengambil keputusan.

Catatan ASPHIRASI: Peringatan Asing Bukan Larangan bagi WNI

Peringatan perjalanan dari negara lain perlu dibaca sesuai tingkatannya. Ada yang meminta warganya tidak bepergian, ada pula yang hanya membatasi wilayah tertentu. Bagi jemaah Indonesia, rujukan utama tetap imbauan Pemerintah Indonesia, yang menurut artikel ini belum melarang keberangkatan umrah secara menyeluruh.

Meski begitu, anggota asosiasi tidak boleh menganggap situasi ini biasa. Imbauan Kemenhaj dan Kemenlu untuk mengutamakan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah patut menjadi pegangan saat menyusun rute. Travel yang terlanjur memakai rute transit perlu memeriksa ulang jadwalnya dan menjelaskan risikonya kepada jemaah secara terbuka.

Jemaah berhak mendapat penjelasan jujur sebelum berangkat, termasuk pilihan bila jadwal berubah atau perjalanan perlu ditunda. Keputusan berangkat sebaiknya diambil bersama, berdasarkan informasi resmi dari Kemenlu, perwakilan Indonesia di Arab Saudi, dan maskapai. Keselamatan jemaah harus didahulukan di atas target keberangkatan.

Bagikan