
Jakarta - Kasus penyelenggara perjalanan umrah yang gagal memberangkatkan jamaah terus menjadi perhatian publik. Tidak hanya merugikan jamaah secara finansial dan emosional, berbagai kasus tersebut juga berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pelaku usaha travel umrah yang menjalankan bisnisnya secara profesional.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam episode perdana Media Asphirasi bertajuk "GARA-GARA OKNUM TRAVEL UMRAH NAKAL YANG LAIN JADI KENA IMBASNYA❗INI TIPS UNTUK BISA BERTAHAN" yang dipandu oleh Risyad bersama Deryansha, Wakil Ketua Umum Asphirasi sekaligus CEO Kasih Umrah.
Dalam diskusi tersebut, Deryansha menjelaskan bagaimana praktik oknum travel yang menjalankan skema bisnis tidak sehat, termasuk pola yang menyerupai skema Ponzi, dapat menciptakan efek domino terhadap seluruh ekosistem industri umrah. Pembahasan juga mengulas langkah-langkah yang dapat dilakukan pelaku usaha untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, sekaligus peran Asphirasi dalam mendorong peningkatan kualitas industri.
Kepercayaan Publik Menjadi Korban Terbesar Akibat Oknum Travel Umrah
Menjawab pertanyaan Risyad mengenai kondisi industri saat ini, Deryansha menilai bahwa salah satu dampak paling besar dari munculnya kasus travel umrah bermasalah adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat.
Menurut Deryansha, ketika satu penyelenggara gagal memenuhi amanah kepada jamaah, dampaknya tidak berhenti pada perusahaan tersebut. Travel-travel yang menjalankan operasional secara profesional turut merasakan konsekuensinya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kasus gagal berangkat yang terus berulang membuat masyarakat semakin menaruh perhatian pada rekam jejak dan reputasi sebuah travel dibandingkan sekadar penawaran harga.
Persaingan Harga Tidak Lagi Menjadi Strategi yang Berkelanjutan
Dalam podcast tersebut, Deryansha menjelaskan bahwa biaya penyelenggaraan umrah dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan jalur penerbangan, hingga kenaikan biaya operasional.
Dalam kondisi tersebut, perang harga dinilai bukan solusi jangka panjang.
"Calon jemah itu beli gara-gara value-nya, bukan gara-gara si produknya, bukan gara-gara perang harganya."
Menurut Deryansha, travel yang berhasil membangun nilai, pelayanan, dan reputasi akan lebih mampu mempertahankan kepercayaan jamaah dibandingkan pelaku usaha yang hanya mengandalkan harga murah.
Brand dan Reputasi Menjadi Pembeda Ketika Produk Relatif Sama
Deryansha menjelaskan bahwa sebagian besar komponen layanan umrah pada dasarnya menggunakan penyedia yang sama.
- Hotel bukan dimiliki oleh travel.
- Maskapai penerbangan bukan dimiliki oleh travel.
- Bus, koper, maupun berbagai fasilitas lainnya juga bukan dimiliki oleh travel.
Karena itu, menurutnya, pembeda utama bukan lagi fasilitas fisik semata, melainkan kualitas pelayanan, pengalaman jamaah, serta kepercayaan yang berhasil dibangun sebuah merek.
Ia juga menilai bahwa testimoni, rekomendasi keluarga, dan pengalaman jamaah sebelumnya menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan calon jamaah.
Kasus Travel Bermasalah Perlu Menjadi Momentum Peningkatan Literasi Bisnis
Dalam diskusi tersebut, juga membahas mengenai berbagai kasus travel bermasalah tidak selalu dapat dipahami hanya dari sudut pandang niat buruk pelaku usaha.
Risyad sebgai host juga sependapat bahwa sebagian persoalan juga dapat dipengaruhi oleh lemahnya literasi mengenai pengelolaan keuangan, arus kas, dan operasional bisnis.
Karena itu, peningkatan edukasi bisnis dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat industri sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa.
Amanah Menjadi Fondasi Bisnis Travel Umrah
Selain aspek bisnis, Deryansha menegaskan bahwa penyelenggaraan perjalanan umrah membawa tanggung jawab moral yang besar karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada tamu Allah.
Mulai dari perubahan hotel, penyesuaian jadwal, hingga kondisi di lapangan, menurutnya, seluruh keputusan harus dikomunikasikan secara terbuka kepada jamaah agar kepercayaan tetap terjaga.
Dalam beberapa kondisi operasional, ia menjelaskan bahwa komunikasi yang jujur dan pemberian kompensasi yang proporsional dapat menjadi bagian dari upaya menjaga amanah kepada jamaah.
Asphirasi Berupaya Memperkuat Ekosistem Pengusaha Haramain
Dalam podcast tersebut, baik host dan narasumber menjelaskan bahwa Asphirasi hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha yang bergerak di ekosistem Haramain, tidak terbatas pada penyelenggara travel umrah, tetapi juga sektor-sektor pendukung lainnya.
Menurut penjelasannya, Asphirasi berupaya menghadirkan nilai yang melampaui hubungan transaksional melalui:
- pelatihan bisnis;
- peningkatan literasi industri;
- pengembangan jejaring profesional;
- kolaborasi antaranggota;
- berbagi pengalaman dan praktik terbaik;
- akses terhadap informasi yang relevan bagi pelaku usaha.
Dalam podcast tersebut juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk memperkuat daya tahan industri.
Masyarakat Diimbau Mengutamakan Kepercayaan daripada Harga
Salah satu pesan yang berulang dalam pembahasan adalah pentingnya masyarakat memilih travel berdasarkan rekam jejak, reputasi, dan kualitas pelayanan, bukan semata-mata harga yang ditawarkan.
Menurut Deryansha, kepercayaan merupakan aset yang dibangun melalui konsistensi pelayanan dalam jangka panjang, sehingga tidak dapat digantikan hanya dengan menawarkan paket perjalanan yang lebih murah.
Kesimpulan
Melalui diskusi bersama Risyad di Media Asphirasi, Deryansha menegaskan bahwa tantangan terbesar industri travel umrah bukan hanya berasal dari kondisi ekonomi atau meningkatnya biaya operasional, tetapi juga dari tergerusnya kepercayaan publik akibat ulah oknum penyelenggara yang tidak menjalankan amanah dengan baik.
Menurut pembahasan dalam podcast tersebut, keberlanjutan industri membutuhkan komitmen seluruh pelaku usaha untuk membangun reputasi, meningkatkan literasi bisnis, menjaga integritas operasional, serta menempatkan kepentingan jamaah sebagai prioritas utama.
Dalam konteks tersebut, Asphirasi memandang edukasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas pelaku usaha sebagai bagian dari upaya membangun industri umrah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tonton versi penuh di Media Asphirasi, Podcast dengan judul “Deryansha Bongkar Cara Bertahan Saat Oknum Travel Nakal Merusak Pasar!” (Host: Risyad, Narasumber: Deryansha).
