Berita

Gorontalo Ingin Jadi Embarkasi Haji Penuh, Apron dan Runway Masih Harus Dibenahi

Gorontalo Ingin Jadi Embarkasi Haji Penuh, Apron dan Runway Masih Harus Dibenahi

GORONTALO – Keinginan agar jemaah haji asal Gorontalo dapat berangkat langsung dari daerah sendiri belum sepenuhnya terwujud. Pemerintah Provinsi Gorontalo masih harus menyiapkan infrastruktur Bandara Djalaluddin, terutama perluasan apron dan peningkatan kualitas runway, sebelum bandara dapat melayani penerbangan haji menggunakan pesawat berbadan lebar.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan dukungan terhadap rencana pembentukan embarkasi haji penuh di Gorontalo saat meninjau lokasi pengembangan apron Bandara Djalaluddin, Sabtu (31/10/2026).

Dukungan tersebut diberikan dengan pertimbangan kemudahan akses bagi jemaah. Namun, Dahnil menegaskan bahwa realisasi embarkasi penuh tetap membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk rekomendasi dari Kementerian Perhubungan dan dukungan gubernur di kawasan Indonesia Timur.

Embarkasi Haji Gorontalo Dibidik Beroperasi pada 2028

Dahnil menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada prinsipnya mendukung pembentukan embarkasi baru selama kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi jemaah.

"Yang jelas kementerian Haji dan umrah dukungan penuhnya itu ada pada kemudahan jamaah, kalau jamaah haji itu dipermudah, itu kami mendukung," ujar Dahnil.

Meski demikian, dukungan tersebut belum menjadi keputusan penetapan embarkasi haji penuh. Pemerintah Provinsi Gorontalo masih perlu memperoleh rekomendasi Kementerian Perhubungan serta dukungan dari gubernur di kawasan Indonesia Timur.

Setelah persyaratan tersebut terpenuhi, Kemenhaj akan melakukan kajian untuk menentukan kelayakan Gorontalo sebagai embarkasi haji penuh.

Dahnil menyebut 2028 sebagai target pemanfaatan fasilitas tersebut apabila seluruh proses berjalan lancar.

"Kalau semua ini lancar, pada 2028, ini bisa kita gunakan," kata Dahnil.

Dengan demikian, target 2028 masih bergantung pada penyelesaian persyaratan administratif, koordinasi lintas pemerintah daerah, dan kesiapan infrastruktur bandara.

Apron Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Runway Menyusul

Di sisi infrastruktur, pengembangan Bandara Djalaluddin menjadi bagian penting dari persiapan embarkasi haji penuh.

Kepala Bandara Djalaluddin Joko Harjani sebelumnya memaparkan rencana tahap pertama perluasan apron kepada rombongan Wamenhaj. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk menunjang operasional pesawat berbadan lebar atau wide-body aircraft.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa perluasan apron ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah tahap tersebut, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pelapisan runway sebagai bagian dari persiapan penerimaan pesawat berbadan lebar.

Pengembangan fasilitas sisi udara tersebut menjadi salah satu prasyarat teknis untuk meningkatkan kemampuan operasional Bandara Djalaluddin dalam melayani penerbangan haji.

Artinya, penyelesaian apron belum otomatis membuat bandara siap menjadi embarkasi penuh. Peningkatan kualitas landasan pacu juga masih masuk dalam agenda pengembangan infrastruktur.

Gorontalo Bidik Peluang Menjadi Hub Penerbangan Umrah

Rencana pengembangan Bandara Djalaluddin tidak hanya diarahkan untuk melayani pemberangkatan jemaah haji.

Dahnil juga melihat peluang Gorontalo sebagai salah satu hub penerbangan umrah di kawasan Sulawesi dan Indonesia Timur. Pengembangan tersebut berpotensi memperluas konektivitas penerbangan menuju Arab Saudi sekaligus memberikan alternatif akses bagi masyarakat dari daerah sekitar.

Selain perjalanan ibadah, Dahnil turut menyoroti potensi kedatangan wisatawan Arab Saudi ke Gorontalo. Peluang tersebut dapat dibicarakan bersama Kementerian Pariwisata, termasuk melalui promosi destinasi wisata Gorontalo di pasar Arab Saudi.

Gusnar menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyiapkan Bandara Djalaluddin untuk mendukung dua kebutuhan sekaligus, yakni pemberangkatan jemaah haji dan umrah.

Namun, peluang menjadi hub umrah juga membutuhkan kesiapan konektivitas penerbangan dan dukungan operasional maskapai. Infrastruktur bandara merupakan salah satu komponen, bukan satu-satunya penentu.

Penetapan Embarkasi Masih Menunggu Proses Lintas Kementerian

Rencana menjadikan Gorontalo sebagai embarkasi haji penuh memperlihatkan bahwa pembangunan fasilitas bandara dan penetapan kebijakan harus berjalan beriringan.

Dukungan Wamenhaj membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan proses pengajuan. Namun, rekomendasi Kementerian Perhubungan, dukungan gubernur di kawasan Indonesia Timur, serta kajian Kemenhaj tetap menjadi bagian dari tahapan penetapan.

Bagi industri haji dan umrah, realisasi rencana tersebut berpotensi mengubah pola akses perjalanan ibadah masyarakat di kawasan timur Indonesia. Jemaah berpeluang memperoleh pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat, sementara Gorontalo dapat mengembangkan fungsi bandara sebagai simpul penerbangan perjalanan religi.

Meski demikian, target 2028 belum dapat diperlakukan sebagai kepastian operasional. Penyelesaian apron, peningkatan runway, koordinasi antardaerah, dan keputusan pemerintah pusat masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum Gorontalo resmi melayani pemberangkatan haji melalui embarkasi penuh.

Sumber: Pemprov Gorontalo

Bagikan