
Pelaksanaan manasik haji 1448 H/2027 M resmi dimulai. Namun, persiapan calon jemaah tidak hanya berkaitan dengan pemahaman tata cara ibadah. Kesiapan kesehatan kembali menjadi perhatian setelah pada musim haji 2026 terdapat 345 calon jemaah yang tidak jadi berangkat meski telah berada di embarkasi.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengangkat persoalan tersebut saat membuka Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Irfan meminta calon jemaah haji 2027 mulai mempersiapkan kondisi fisik sejak sekarang. Menurutnya, masih terdapat waktu sekitar enam sampai tujuh bulan sebelum pelaksanaan haji sehingga persiapan kesehatan dapat dilakukan secara bertahap.
“Kesehatan ini tidak kalah penting. Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Karena masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan, saya berharap mulai sekarang jemaah sudah mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisiknya,” ujar Irfan, dikutip dari Kementerian Haji dan Umrah.
345 Calon Jemaah Tidak Jadi Berangkat
Angka 345 calon jemaah tersebut sebelumnya disampaikan Irfan dalam evaluasi penyelenggaraan haji 2026. Mereka telah masuk ke embarkasi, tetapi kemudian tidak dapat melanjutkan keberangkatan setelah pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi persyaratan istithaah kesehatan.
Pada Juli 2026, Irfan juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat idealnya dapat diketahui lebih awal. Ia berharap pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan secara lebih awal dan akurat sehingga calon jemaah tidak baru mengetahui persoalan kesehatan ketika sudah berada di asrama haji.
Dengan konteks tersebut, pesan kesehatan yang kembali disampaikan pada pembukaan manasik nasional bukan sekadar imbauan untuk berolahraga. Pemerintah menjadikan pengalaman musim haji sebelumnya sebagai salah satu alasan agar calon jemaah mempersiapkan kondisi fisik jauh sebelum keberangkatan.
Irfan mengajak calon jemaah membiasakan aktivitas fisik, terutama berjalan kaki secara rutin.
“Mulai hari ini latihan fisik. Setiap hari bisa dibiasakan berjalan kaki. Kita harus mempersiapkan diri karena kondisi di Arab Saudi juga membutuhkan ketahanan fisik yang baik,” katanya.
Manasik Tak Hanya Soal Rukun dan Wajib Haji
Dalam pelaksanaan manasik 2027, Kemenhaj juga ingin materi persiapan jemaah mencakup aspek yang lebih luas. Selain rukun, wajib, dan sunah haji, calon jemaah diharapkan memahami berbagai kebijakan dan skema layanan yang akan ditemui selama penyelenggaraan haji.
Beberapa di antaranya adalah tanazul dan murur. Pemahaman terhadap mekanisme tersebut diharapkan sudah dimiliki jemaah sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Kemenhaj dengan demikian menempatkan manasik sebagai bagian dari persiapan menyeluruh calon jemaah. Kesiapan yang ditekankan mencakup pemahaman ibadah, kondisi fisik, kesehatan, dan pengetahuan mengenai layanan selama penyelenggaraan haji.
Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional di Madiun menjadi penanda dimulainya pelaksanaan manasik bagi calon jemaah di berbagai daerah untuk menghadapi musim haji 1448 H/2027 M.
Bagi calon jemaah yang telah masuk dalam persiapan keberangkatan, pengalaman 345 calon jemaah pada musim sebelumnya menunjukkan bahwa kesiapan kesehatan menjadi bagian dari persiapan yang perlu diperhatikan jauh sebelum tiba di embarkasi.
Catatan ASPHIRASI: Istithaah Kesehatan Sejak Dini
Calon jemaah yang sudah tiba di embarkasi lalu batal berangkat menanggung beban yang berat, baik secara batin maupun bagi keluarganya. Artikel ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan tersebut idealnya bisa diketahui lebih awal. Harapan menteri agar pemeriksaan dilakukan lebih awal dan akurat perlu diterjemahkan menjadi jadwal dan prosedur yang jelas di daerah.
Bagi calon jemaah, persiapan fisik tidak cukup dimulai menjelang keberangkatan. Kebiasaan berjalan kaki, pemeriksaan kesehatan berkala, dan keterbukaan menyampaikan riwayat penyakit kepada petugas jauh lebih berguna daripada menyembunyikan kondisi demi tetap bisa berangkat. Istithaah kesehatan adalah perlindungan bagi jemaah itu sendiri, bukan hambatan.
Kepada anggota asosiasi, khususnya penyelenggara haji khusus, pendampingan kesehatan sebaiknya menjadi bagian dari bimbingan sejak awal, bukan urusan menjelang pelunasan. Mengingatkan jemaah tentang pemeriksaan dan latihan fisik adalah bentuk pelayanan. Langkah sederhana ini dapat mencegah kekecewaan yang datang terlambat.
Sumber: Kemenhaj RI




