
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membuka tantangan inovasi untuk mencari desain payung yang lebih sesuai dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah. Inisiatif tersebut menempatkan perlindungan dari paparan matahari sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan perlengkapan personal jemaah.
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada 4 Agustus 2026 bahwa kementerian meluncurkan tantangan untuk mengembangkan payung yang lebih baik bagi jemaah haji dan umrah.
Tantangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan dari kondisi lingkungan selama perjalanan ibadah tidak hanya ditangani melalui fasilitas berskala besar, tetapi juga melalui perlengkapan yang digunakan langsung oleh jemaah.
Bukan Sekadar Payung untuk Berteduh
Payung dalam konteks perjalanan haji dan umrah memiliki fungsi yang lebih spesifik dibandingkan penggunaan sehari-hari.
Jemaah dapat menghabiskan waktu cukup lama untuk berjalan dan berpindah di ruang terbuka. Dalam kondisi tersebut, perangkat perlindungan pribadi perlu tetap praktis ketika digunakan di tengah pergerakan jemaah dan kepadatan orang.
Karena itu, tantangan yang diluncurkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi diarahkan pada pengembangan desain yang dapat memenuhi kebutuhan jemaah dalam kondisi tersebut.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan payung antara lain:
- Ringan, sehingga tidak menambah beban jemaah ketika berpindah.
- Mudah digunakan, termasuk dalam situasi ketika jemaah bergerak di tengah kerumunan.
- Memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV).
- Mampu menghadapi kondisi cuaca yang berat.
- Sesuai dengan kondisi area yang padat, sehingga penggunaannya tidak mengganggu pergerakan jemaah lain.
- Memiliki rancangan yang sesuai dengan identitas visual kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebagaimana dijelaskan dalam laporan SPA.
Dengan persyaratan tersebut, fokus tantangan bukan sekadar menghasilkan payung dengan bentuk berbeda, tetapi mencari desain yang dapat berfungsi dalam lingkungan khusus tempat jemaah melakukan perjalanan ibadah.
Perlindungan dari Panas Menjadi Bagian dari Infrastruktur Haji
Pengembangan perlengkapan personal tersebut berlangsung di tengah upaya yang lebih luas untuk mengurangi paparan panas bagi jemaah.
Pada musim haji 2026, sejumlah proyek di kawasan masyair juga mencakup penyediaan area teduh dan fasilitas untuk mengurangi dampak panas. Dalam salah satu proyek pengembangan area istirahat jemaah di jalur pejalan kaki, fasilitas yang disediakan mencakup tempat duduk, area teduh, serta kipas dengan sistem penyemprotan kabut air.
Pemerintah Arab Saudi juga sebelumnya mengembangkan berbagai fasilitas peneduh di kawasan masyair. Dalam kunjungan lapangan pada Mei 2026, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi meninjau area istirahat jemaah yang dilengkapi antara lain dengan:
- tempat berteduh;
- area hijau;
- tempat duduk;
- titik air minum; dan
- fasilitas pendukung pergerakan jemaah.
Pendekatan tersebut memperlihatkan perbedaan fungsi antara perlindungan pasif yang disediakan infrastruktur dan perlindungan personal yang dibawa oleh jemaah.
Payung berada pada kategori kedua.
Dari Infrastruktur Besar ke Perlengkapan Personal
Pengembangan payung bukan berarti fasilitas peneduh di kawasan ibadah digantikan. Sebaliknya, payung dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika jemaah berada di ruang terbuka atau sedang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Hal ini membuat aspek desain menjadi penting. Sebuah payung yang terlalu berat dapat menjadi beban, sementara ukuran atau bentuk yang tidak sesuai dapat menyulitkan pengguna ketika berada di tengah kepadatan jemaah.
Tantangan yang diluncurkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada akhirnya berusaha menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan inovasi. SPA melaporkan bahwa tantangan itu ditujukan kepada para inovator, desainer, pengembang, serta pihak terkait untuk mengajukan konsep yang praktis bagi kebutuhan jemaah.
Payung Belum Menjadi Produk Baru yang Digunakan Jemaah
Yang perlu digarisbawahi, pengumuman tersebut merupakan peluncuran tantangan pengembangan desain, bukan pengumuman bahwa model payung baru telah selesai dan mulai digunakan jemaah.
Dengan demikian, belum tepat menyebut Arab Saudi telah menerapkan model payung baru secara luas.
Fokus kebijakan saat ini adalah mencari rancangan yang dapat memenuhi kebutuhan perlindungan, kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kondisi operasional selama perjalanan haji dan umrah.
Langkah tersebut menempatkan perlengkapan sederhana seperti payung sebagai bagian dari persoalan yang lebih luas: bagaimana mengurangi paparan panas dan meningkatkan kenyamanan jemaah ketika mereka harus beraktivitas di ruang terbuka selama perjalanan ibadah.
Sumber: Saudia Press Agency




