
JOMBANG — Pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji 1448 H/2027 M ditekankan sebagai bagian dari persiapan untuk memastikan jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah. Pemeriksaan tersebut disebut bukan sebagai penghambat keberangkatan, melainkan bagian dari upaya menjaga kondisi jemaah sejak sebelum berada di Tanah Suci.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Doa Syukur dan Pengajian Manasik Jemaah Haji 1447 H serta Jemaah Haji 1448 H di Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, kesiapan kesehatan ditempatkan dalam pembahasan Tri Sukses Haji, khususnya aspek sukses ritual.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan pemeriksaan kesehatan perlu dipandang sebagai bagian dari ikhtiar agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke Indonesia dalam kondisi baik.
Istitha’ah Kesehatan Menjadi Bagian dari Persiapan
Persiapan jemaah haji 1448 H tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan, tetapi juga kemampuan menjalani rangkaian ibadah dalam kondisi fisik yang memadai.
Jemaah dianjurkan menggunakan waktu yang masih tersedia untuk memperbaiki kondisi kesehatan melalui sejumlah langkah:
- Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
- Pengendalian penyakit penyerta.
- Menjaga pola makan.
- Memastikan waktu istirahat yang cukup.
- Melakukan olahraga secara rutin.
Kesiapan tersebut menjadi penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik jemaah untuk mengikuti berbagai aktivitas dan pergerakan selama berada di Tanah Suci.
Pemeriksaan Bukan Sekadar Persyaratan
Dalam penyampaian di Jombang, pemeriksaan kesehatan ditekankan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan jemaah menghadapi pelaksanaan ibadah, bukan semata-mata sebagai tahapan yang menentukan keberangkatan.
Kerangka tersebut menempatkan istitha’ah kesehatan sebagai salah satu unsur yang mendukung keberhasilan pelaksanaan ibadah. Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, kondisi kesehatan jemaah dapat dipantau dan diperbaiki sebelum memasuki masa keberangkatan.
Kesehatan Ditempatkan dalam Tri Sukses Haji
Pembahasan kesehatan tersebut berkaitan dengan konsep Tri Sukses Haji yang disampaikan dalam kegiatan di Jombang.
Kerangka tersebut mencakup:
- Sukses ritual.
- Sukses ekosistem ekonomi haji.
- Sukses keadaban dan peradaban.
Dalam aspek sukses ritual, keberhasilan haji tidak hanya dikaitkan dengan pelaksanaan ibadah secara sah dan benar, tetapi juga dengan kemampuan jemaah menjalani rangkaian ibadah secara tertib hingga mencapai kemabruran.
Karena itu, kesiapan fisik menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan ibadah. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ditempatkan bersama persiapan administrasi, manasik, serta kesiapan mental bagi calon jemaah 1448 H.
Persiapan Tidak Menunggu Mendekati Keberangkatan
Selain kesehatan, calon jemaah 1448 H juga diarahkan memulai persiapan lebih awal. Persiapan tersebut mencakup kelengkapan administrasi dan mengikuti bimbingan manasik.
Bimbingan manasik juga diarahkan agar jemaah memiliki kemampuan menghadapi kondisi nyata selama pelaksanaan haji, termasuk memahami pergerakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, layanan transportasi, serta mekanisme pelayanan jemaah.
Dengan demikian, persiapan kesehatan tidak berdiri sendiri. Pemeriksaan berkala dan pemeliharaan kebugaran menjadi bagian dari rangkaian persiapan yang dilakukan sebelum keberangkatan, sehingga jemaah memiliki waktu untuk mengetahui dan memperbaiki kondisi kesehatannya.
Bagi calon jemaah haji 1448 H, pesan utama dari kegiatan tersebut adalah bahwa persiapan fisik merupakan bagian dari proses menuju pelaksanaan ibadah. Pemeriksaan kesehatan tidak ditempatkan sebagai akhir dari proses persiapan, tetapi sebagai langkah awal untuk memastikan jemaah memiliki kemampuan menjalani seluruh rangkaian haji dengan aman dan sehat.
Sumber: Kemenhaj RI




