
Jakarta, 8 Juli 2026 — Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh aparatur Kementerian Haji dan Umrah harus terus melakukan pembenahan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah. Menurutnya, berbagai apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M patut disyukuri, namun tidak boleh membuat seluruh jajaran merasa berpuas diri.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamenhaj saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M dan Retret Kementerian Haji dan Umrah di Lapangan Makodau I, Jakarta, pada Minggu (6/7/2026).
Apresiasi kepada Seluruh Jajaran Penyelenggara Haji Tahun 2026
Wamenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota, pengelola asrama haji, serta seluruh jajaran yang menjadi ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
"Terima kasih kepada seluruh Kepala Kanwil, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota, dan Kepala Asrama haji. Saudara sekalian adalah ujung tombak kesuksesan penyelenggaraan haji tahun 2026. Banyak apresiasi yang telah kita terima. Namun sebagaimana disampaikan Bapak Menhaj, cukup sudah pujian dan apresiasi. Kini saatnya kita terus mengoreksi diri dan berbenah tanpa henti. Yang harus selalu menjadi fokus kita adalah bekerja sepenuhnya untuk jemaah haji Indonesia," tegasnya.
Tiga Amanah yang Harus Dijaga ASN Kementerian Haji dan Umrah
Dalam arahannya, Wamenhaj mengingatkan bahwa seluruh insan Kementerian Haji dan Umrah mengemban tiga amanah besar yang harus dijaga dan ditunaikan, yaitu:
- Amanah dari Allah SWT.
- Amanah dari jemaah haji sekaligus rakyat Indonesia.
- Amanah dari Presiden Republik Indonesia.
"Tiga amanah ini harus kita selesaikan dengan penuh tanggung jawab. Setiap kebijakan dan pelayanan yang kita lakukan harus berorientasi pada kepentingan jemaah dan kemaslahatan bangsa," ujarnya.
Tri Sukses Haji sebagai Arah Penyelenggaraan Haji Nasional
Wamenhaj kembali menegaskan pentingnya mewujudkan Tri Sukses Haji sebagai arah pembangunan penyelenggaraan haji nasional.
1. Sukses Ritual
Memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah mulai dari keberangkatan hingga kepulangan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
2. Sukses Ekosistem Ekonomi Haji
Memastikan besarnya nilai ekonomi penyelenggaraan haji mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia melalui penguatan ekosistem ekonomi haji.
3. Sukses Peradaban dan Keadaban
Menurut Wamenhaj, ibadah haji harus melahirkan generasi bangsa yang berintegritas sebagaimana diwariskan para tokoh nasional seperti H.O.S. Tjokroaminoto, Agus Salim, Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy'ari.
Integritas Menjadi Fondasi Transformasi Kementerian Haji dan Umrah
Wamenhaj menekankan bahwa fondasi utama transformasi Kementerian Haji dan Umrah adalah integritas. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi praktik manipulasi, rente, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam penyelenggaraan haji.
"Kalau ada kementerian yang seharusnya benar-benar bersih dari praktik manipulasi dan praktik rente, maka kementerian itu adalah Kemenhaj. Mimpi terbesar mayoritas umat Islam Indonesia adalah bisa menunaikan ibadah haji. Jika amanah itu dikhianati, maka yang dikhianati bukan hanya rakyat, tetapi juga amanah Allah dan diri kita sendiri," tegasnya.
Wamenhaj: Hentikan Praktik Menjadikan Jemaah sebagai Komoditas
Wamenhaj mengajak seluruh jajaran membangun komitmen bersama untuk menghentikan seluruh praktik buruk yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi.
"Jangan pernah menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas. Mereka bukan objek untuk diperdagangkan atau dimanfaatkan. Mereka adalah subjek perubahan, subjek transformasi peradaban dan keadaban. Era Kemenhaj adalah era yang mengakhiri praktik menjadikan jemaah sebagai komoditas," ujarnya.
Menurut Wamenhaj, lebih dari 5,7 juta masyarakat Indonesia yang saat ini mengantre keberangkatan haji harus dipandang sebagai amanah besar negara yang wajib dilayani secara adil, profesional, dan bermartabat.
Pesan Presiden: ASN Kementerian Haji Menjadi Diplomat Bangsa
Wamenhaj juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahwa Indonesia harus menjadi wajah Islam yang disiplin, maju, dan berkeadaban di mata dunia internasional. Melalui penyelenggaraan ibadah haji, ASN Kementerian Haji diharapkan mampu menjadi diplomat bangsa yang membawa citra baik Indonesia.
"Presiden ingin menyampaikan kepada dunia bahwa kiblat wajah Islam yang damai, disiplin, dan memajukan hadir dari Indonesia. Karena itu, saudara semua harus menjadi diplomat bangsa yang membawa kebaikan bagi umat melalui pelayanan haji yang berkualitas," pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wamenhaj menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara Kementerian Haji dan Umrah atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Sumber: Kemenhaj RI
