Berita

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Hindari Transit Singapura dan Malaysia

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Hindari Transit Singapura dan Malaysia

Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk menghindari penerbangan transit melalui Singapura dan Malaysia serta memprioritaskan penerbangan langsung ke Arab Saudi. Imbauan ini disampaikan di tengah perkembangan situasi Timur Tengah, dengan pertimbangan keamanan perjalanan sekaligus upaya memperkuat industri penerbangan nasional.

Dalam keterangannya pada Senin (26/10/2026), Dahnil menyatakan bahwa kegiatan umrah di Arab Saudi masih berlangsung normal. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan situasi kawasan.

“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Dahnil, dikutip dari rilis resmi Kemenhaj.

Kemenhaj Minta Travel Umrah Pertimbangkan Rute Penerbangan

Kemenhaj meminta jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah dibandingkan penerbangan yang mengharuskan jemaah transit di negara lain.

Dahnil menegaskan, pilihan penerbangan langsung menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menjaga keamanan perjalanan jemaah.

“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” kata Dahnil.

Untuk menyampaikan imbauan tersebut kepada pelaku usaha, Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi PPIU. Pemerintah meminta asosiasi turut mengarahkan perhatian penyelenggara perjalanan terhadap pilihan rute penerbangan.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Dahnil.

Pernyataan tersebut merupakan imbauan untuk memprioritaskan penerbangan langsung, bukan pengumuman larangan resmi terhadap seluruh penerbangan transit.

Sekitar 70 Ribu Jemaah Disebut Menggunakan Rute Transit

Selain pertimbangan keamanan, Kemenhaj menyoroti besarnya jumlah jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura.

Dahnil memperkirakan jumlah jemaah pada rute tersebut mencapai sekitar 70 ribu orang. Menurut Dahnil, jumlah tersebut menjadi peluang bagi maskapai nasional untuk memperkuat posisi di pasar penerbangan umrah.

“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” kata Dahnil.

Dahnil menyebut Garuda Indonesia dan Lion Air sebagai dua maskapai nasional yang diharapkan dapat mengambil peluang tersebut. Namun, peningkatan penggunaan maskapai dalam negeri perlu diikuti perbaikan kualitas layanan dan harga yang kompetitif.

“Garuda dan Lion harus meningkatkan layanan dan harga harus kompetitif. Makanya kami hadirkan dirut Garuda, Lion, dan Angkasa Pura,” ujar Dahnil.

Kemenhaj turut membahas peningkatan pelayanan penerbangan umrah bersama pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura. Perbaikan layanan di Terminal 2, yang digunakan untuk penerbangan haji dan umrah, juga menjadi perhatian pemerintah.

Kemenhaj Soroti Refund dan Pelayanan Jemaah

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil menyinggung persoalan hak penyelenggara perjalanan umrah yang masih terhambat, terutama terkait pengembalian dana atau refund.

Kemenhaj menyatakan akan memberikan asistensi untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.

“Banyak juga hak-hak PPIU yang terhambat terkait refund. Kami akan asistensi,” kata Dahnil.

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Arab Saudi atas kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Pemerintah Indonesia, menurut Dahnil, ingin memastikan jemaah dapat berangkat menjalankan ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Kita ingin pastikan jemaah yang berangkat pulang aman,” ujar Dahnil.

Imbauan Penerbangan Langsung di Tengah Situasi Timur Tengah

Kemenhaj menempatkan pilihan penerbangan langsung sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan perjalanan sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Pemerintah juga mendorong maskapai Indonesia meningkatkan daya saing agar dapat melayani lebih banyak jemaah umrah.

Meski demikian, pernyataan Dahnil pada 26 Oktober 2026 tidak menyebut bahwa seluruh penerbangan menuju Arab Saudi mengalami gangguan. Sebaliknya, Dahnil menyatakan kegiatan umrah di Arab Saudi masih berjalan sebagaimana mestinya pada saat pernyataan disampaikan.

Bagi jemaah dan PPIU yang sedang merencanakan perjalanan, imbauan tersebut menjadi pertimbangan dalam memilih rute penerbangan. Kepastian jadwal, ketersediaan penerbangan langsung, harga tiket, dan ketentuan perjalanan tetap perlu diperiksa sebelum keberangkatan.

Sumber: Kemenhaj RI

Bagikan