
Arab Saudi mencatat kedatangan 61,2 juta turis pada semester I 2026, dengan total belanja wisata mencapai SR151,9 miliar atau setara 40,5 miliar dolar AS. Angka ini disampaikan Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al-Khateeb saat membuka paviliun Arab Saudi, Saudi Land, pada acara World Travel Market (WTM) London 2026, dilansir Arab News.
Al-Khateeb menyebut jumlah turis tersebut naik sekitar 1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menegaskan kembali target Arab Saudi untuk menyambut 150 juta turis pada 2030.
"Kami memahami tekanan yang dihadapi mitra dan wisatawan kami, dan komitmen kami kepada mereka bersifat jangka panjang, seiring kami bekerja mewujudkan ambisi menyambut 150 juta turis pada 2030," kata Al-Khateeb.
Saudi Land tampilkan 37 mitra pariwisata dan destinasi baru di WTM London
Paviliun Saudi Land menghadirkan 37 mitra pariwisata Arab Saudi untuk menampilkan ragam layanan pariwisata negara itu sekaligus memperkuat kerja sama komersial dengan pelaku industri perjalanan global. Pengunjung disuguhi musik tradisional, tarian, kaligrafi Arab, dan pengalaman interaktif yang terinspirasi dari berbagai destinasi di Arab Saudi.
Pada hari pembukaan, Saudi Land juga memperkenalkan AMAALA, destinasi wisata pesisir mewah yang dikembangkan bersama Red Sea Global. Sejak Juni, tujuh resor baru, termasuk properti dari Four Seasons, Six Senses, Rosewood, dan Nammos, telah menerima tamu di destinasi tersebut.
Jumlah kamar hotel berlisensi tembus sekitar 623 ribu unit pada semester I 2026
CEO Otoritas Pariwisata Saudi (Saudi Tourism Authority), Ageel Alshaibani, mengatakan pihaknya menampilkan pengalaman wisata Laut Merah, gurun, serta kalender musim dingin yang mencakup Riyadh Season dan Winter at Tantora di AlUla, bersama atraksi seperti Six Flags Qiddiya City dan Aquarabia.
"Pengalaman-pengalaman ini didukung investasi perhotelan yang berkelanjutan, dengan sekitar 623 ribu kamar berlisensi di hotel, apartemen, dan jenis akomodasi lain pada semester I 2026, termasuk lebih dari 44 ribu kamar di fasilitas yang baru mendapat izin. Kami di sini untuk menciptakan peluang dan bertumbuh bersama," ujar Alshaibani. Delegasi Saudi turut memperkenalkan produk dan pengalaman baru di sejumlah destinasi, termasuk Riyadh, Jeddah, dan AlUla.
Apa artinya bagi pengusaha travel umrah dan haji Indonesia?
Data 61,2 juta turis dan belanja SR151,9 miliar ini merupakan statistik pariwisata umum Arab Saudi, bukan rincian khusus segmen jemaah umrah atau haji. Meski demikian, pertumbuhan infrastruktur akomodasi dan destinasi baru yang disebutkan bisa menjadi indikator arah ekspansi industri pariwisata Saudi yang relevan dipantau oleh pelaku usaha travel asal Indonesia.
- Porsi kontribusi jemaah umrah dan haji dalam total 61,2 juta turis tersebut tidak dirinci dalam data ini, sehingga perlu dicermati terpisah dari sumber resmi lain.
- Penambahan sekitar 623 ribu kamar berlisensi, termasuk lebih dari 44 ribu kamar baru, membuka kemungkinan opsi kerja sama akomodasi tambahan bagi agen travel yang berencana memperluas paket layanan.
- Destinasi baru seperti AlUla, kawasan Laut Merah termasuk AMAALA, dan Qiddiya City disebut dalam paparan Saudi Tourism Authority sebagai bagian dari penawaran wisata yang terus berkembang, namun ketersediaan paket dan harga untuk pasar Indonesia belum dirinci dalam data ini.
- Target 150 juta turis pada 2030 yang ditegaskan kembali oleh Al-Khateeb menunjukkan arah ekspansi jangka panjang sektor pariwisata Arab Saudi yang perlu dipantau perkembangannya oleh penyelenggara travel umrah dan haji.
Catatan ASPHIRASI
Lonjakan jumlah turis dan belanja wisata di Arab Saudi pada semester I 2026 menegaskan bahwa negara itu terus memperluas sektor pariwisata nonibadah secara signifikan, tercermin dari pertambahan kamar hotel berlisensi dan pembukaan resor-resor baru. Namun data yang dipaparkan belum memisahkan secara spesifik berapa porsi dari capaian tersebut yang berasal dari jemaah umrah dan haji.
Bagi penyelenggara travel umrah dan haji di Indonesia, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan awal untuk menjajaki kemungkinan perluasan layanan, misalnya penambahan opsi wisata di destinasi baru yang disebutkan, sembari tetap memastikan setiap paket yang ditawarkan sesuai dengan regulasi perjalanan ibadah yang berlaku di Arab Saudi dan Indonesia.
Ke depan, perlu dipantau apakah Arab Saudi maupun otoritas terkait akan merilis rincian lebih lanjut mengenai kontribusi segmen umrah dan haji terhadap capaian turis dan belanja wisata ini, serta bagaimana kebijakan visa dan kuota berkembang, karena hal tersebut akan menentukan sejauh mana peluang ekspansi layanan dapat benar-benar direalisasikan oleh pelaku usaha travel Indonesia.
Sumber: Arab News




