Saudi Update

Jelang Haji 2027, Saudi Perkuat Kompetensi Petugas dan Solusi Operasional

Jelang Haji 2027, Saudi Perkuat Kompetensi Petugas dan Solusi Operasional

Arab Saudi akan menggelar Konferensi dan Pameran Haji ke-6 di Jeddah pada 8–11 November 2026. Agenda tersebut tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan tenaga kerja dan menghadirkan solusi praktis bagi penyelenggaraan ibadah haji.

Melalui sejumlah lokakarya khusus, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menargetkan peningkatan kompetensi pekerja di berbagai sektor pendukung pelayanan jemaah. Materi lokakarya mencakup operasional, teknologi, perhotelan, kesehatan, hingga logistik.

Saudi Press Agency (SPA), dalam laporan pada 3 November 2026, menyebut lokakarya tersebut dirancang untuk membekali pekerja dengan pengetahuan dan keterampilan guna membangun kapasitas profesional. Forum tersebut juga akan menampilkan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.

Konferensi diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bekerja sama dengan Pilgrim Experience Program (PEP), salah satu program Saudi Vision 2030. Sejumlah pakar, spesialis, peneliti, pengusaha, dan inovator dijadwalkan berpartisipasi.

Tiga Fokus Pengembangan Kompetensi Layanan Haji

Menurut SPA, lokakarya dalam Konferensi Haji ke-6 terbagi menjadi tiga jalur pembahasan yang mencakup berbagai kebutuhan operasional penyelenggaraan ibadah haji.

Pertama, Infrastructure and Operational Services.

Jalur ini berfokus pada pengembangan infrastruktur dan layanan operasional, meliputi:

  • Transportasi dan logistik.
  • Pengelolaan infrastruktur dan fasilitas.
  • Akomodasi dan perhotelan.
  • Teknologi dan inovasi.

Pembahasan tersebut berkaitan dengan kesiapan fasilitas dan sistem pendukung mobilitas jemaah selama penyelenggaraan haji.

Kedua, Empowerment and Integration.

Jalur kedua menitikberatkan pada penguatan kapasitas dan integrasi antarsektor pelayanan. Materi pembahasan mencakup:

  • Keamanan dan keselamatan.
  • Layanan kesehatan.
  • Media dan komunikasi.
  • Katering dan nutrisi.

Fokus tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan haji tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan koordinasi antarsektor yang berinteraksi langsung dengan jemaah.

Ketiga, Development and Sustainability.

Jalur ketiga diarahkan pada pengembangan ekosistem pelayanan haji secara berkelanjutan, dengan cakupan:

  • Penguatan sektor ketiga atau organisasi nonprofit.
  • Kewirausahaan.
  • Pengayaan pengalaman jemaah.
  • Pelatihan, kualifikasi, dan pengembangan kapasitas.

Ketiga jalur tersebut menjadi bagian dari upaya Saudi memperluas kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendorong penerapan solusi baru dalam penyelenggaraan haji.

Konferensi Haji ke-6 Jadi Bagian Persiapan Musim 1448 H

Konferensi Haji ke-6 memiliki agenda lebih luas daripada lokakarya peningkatan kompetensi. Pilgrim Experience Program (PEP), melalui pengumuman pada 14 September 2026, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi salah satu platform persiapan awal penyelenggaraan Haji 1448 H/2027.

Pemerintah Saudi menargetkan forum tersebut sebagai ruang koordinasi berbagai pemangku kepentingan untuk menyelesaikan kontrak layanan, membahas persoalan operasional dan regulasi, memperkenalkan solusi serta inisiatif baru, dan membangun kemitraan.

Menurut PEP, lebih dari 520 entitas dari sektor pemerintah, swasta, dan nonprofit, baik dari dalam maupun luar negeri, akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain konferensi, penyelenggara juga menyiapkan pameran khusus ekosistem layanan haji dengan luas lebih dari 67.000 meter persegi. Pameran tersebut akan menghadirkan penyedia layanan dan solusi dari lebih dari 150 negara.

Cakupan sektor yang terlibat meliputi penerbangan, transportasi, perhotelan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, tenaga kerja, investasi, hingga pengembangan bisnis.

Sebagai perbandingan, penyelenggaraan konferensi edisi sebelumnya menarik lebih dari 204.000 pengunjung dan melibatkan 270 peserta pameran dari lebih dari 150 negara. Kegiatan tersebut juga menghadirkan 134 sesi dan lokakarya khusus, serta diikuti lebih dari 2.600 peserta dalam program pelatihan.

Penguatan Ekosistem Layanan Menjelang Haji 2027

Rangkaian agenda Konferensi Haji ke-6 memperlihatkan pendekatan Saudi yang menghubungkan pengembangan kompetensi tenaga kerja dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, dan koordinasi antarpelaku industri.

Bagi penyelenggaraan haji, keterlibatan berbagai sektor tersebut menjadi penting karena pengalaman jemaah tidak hanya ditentukan oleh pelayanan selama pelaksanaan ibadah, tetapi juga oleh kesiapan transportasi, akomodasi, kesehatan, konsumsi, dan sistem pendukung lainnya.

Sumber: SPA

Bagikan