
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat kemitraan strategis sebagai langkah percepatan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Ditjen PE2HU di Purwokerto, Kamis (17/7).
Penguatan Kemitraan Strategis untuk Integrasi Ekosistem Haji dan Umrah
Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Tri Hidayatno, mengatakan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antarpemangku kepentingan agar seluruh rantai nilai penyelenggaraan haji dan umrah dapat terintegrasi serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi jemaah maupun perekonomian nasional.
“Kemitraan lintas sektoral merupakan kunci untuk mengintegrasikan rantai nilai yang kompleks. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan layanan yang semakin profesional bagi jemaah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global haji dan umrah,” ujar Tri.
Pembentukan Ditjen PE2HU sebagai Momentum Penguatan Kolaborasi
Tri menjelaskan bahwa pembentukan Ditjen PE2HU menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ruang Lingkup Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
Menurut Tri, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah mencakup berbagai sektor, antara lain:
- Penyediaan produk halal.
- Konsumsi.
- Logistik.
- Transportasi.
- Akomodasi.
- Layanan kesehatan.
- Keuangan syariah.
- Pariwisata.
Seluruh sektor tersebut dihubungkan melalui kemitraan strategis antara regulator, pengelola dana dan investasi strategis, pelaku usaha, serta mitra internasional sehingga rantai nilai penyelenggaraan haji dan umrah semakin terintegrasi.
“Transformasi haji dan umrah tidak cukup hanya berorientasi pada sukses ritual. Kita juga harus mewujudkan sukses ekosistem ekonomi dan sukses keadaban agar manfaat penyelenggaraan haji dan umrah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Implementasi Penguatan Kemitraan melalui Produk Nasional dan Investasi Strategis
Sebagai implementasi penguatan kemitraan, Ditjen PE2HU terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Langkah tersebut diwujudkan melalui:
- Pengembangan makanan siap saji.
- Ekspor bumbu Nusantara ke Arab Saudi.
- Transformasi asrama haji sebagai pusat pengembangan ekosistem ekonomi.
- Optimalisasi pemanfaatan penerbangan empty flight.
- Penguatan investasi strategis guna memperluas keterlibatan pelaku usaha nasional dalam rantai pasok haji dan umrah.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu:
- Meningkatkan daya saing produk nasional.
- Memperluas akses pasar bagi UMKM.
- Meningkatkan efisiensi penyelenggaraan haji dan umrah.
- Memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan Indonesia.
Agenda Prioritas Ditjen PE2HU ke Depan
Ke depan, Ditjen PE2HU akan:
- Mempercepat penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah.
- Memperluas pemanfaatan produk nasional dalam rantai pasok haji dan umrah.
- Mempercepat integrasi digital antarpemangku kepentingan.
- Memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan regulasi.
Melalui langkah tersebut, Ditjen PE2HU menargetkan terwujudnya ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi jemaah, pelaku usaha nasional, dan masyarakat.
Sumber: Kemenhaj RI
