Trend

Jemaah Umrah Wajib Tahu, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jemaah Umrah Wajib Tahu, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyediakan Umrah and Visit Guide dalam bahasa Indonesia sebagai panduan bagi jemaah yang menjalankan umrah dan ziarah di Arab Saudi.

Panduan tersebut disusun secara kronologis, mulai dari persiapan sebelum bepergian, kedatangan di Arab Saudi, perjalanan menuju Makkah dan Madinah, hingga informasi mengenai layanan dan fasilitas bagi jemaah. Panduan juga dilengkapi kode QR yang mengarah ke peta, video edukasi, dan layanan digital.

Bagi jemaah, sejumlah informasi di dalamnya dapat diringkas menjadi beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari sebelum serta selama perjalanan.

Sebelum Berangkat, Apa yang Perlu Dilakukan?

Panduan Saudi menyarankan jemaah mempersiapkan perjalanan dari sisi fisik, administratif, dan ibadah.

Secara fisik, jemaah dianjurkan mendapatkan vaksin yang diperlukan, berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki kondisi kronis, berlatih berjalan sebelum perjalanan, serta mencukupi kebutuhan air.

Dari sisi administratif, jemaah diminta memastikan keabsahan paspor, dokumen asuransi, dan sertifikat vaksinasi.

Panduan juga menyarankan jemaah mempelajari tata cara dan hukum umrah sebelum berangkat. Untuk ihram, pakaian yang dikenakan laki-laki dan perempuan, niat serta talbiyah, dan beberapa amalan yang disunnahkan sebelum memasuki ihram.

Jangan Abaikan Visa dan Izin Umrah

Salah satu bagian penting dalam panduan adalah prosedur visa dan perizinan.

Visa dapat diperoleh melalui sejumlah saluran yang ditentukan, termasuk platform Umrah Nusuk, platform visa Saudi, dan agen eksternal resmi untuk negara yang memenuhi syarat.

Untuk izin umrah, izin resmi harus diperoleh sebelum menuju Masjidil Haram dan proses tersebut dilakukan melalui aplikasi Nusuk.

Artinya, jemaah perlu memperhatikan perbedaan antara visa dan izin untuk melaksanakan umrah.

Jangan Membawa Barang Terlarang

Panduan juga mengingatkan jemaah untuk memeriksa daftar barang yang dilarang atau dibatasi sebelum bepergian.

Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan bea cukai Arab Saudi. Jemaah diminta menghindari membawa barang terlarang atau terbatas untuk mencegah persoalan hukum.

Setibanya di bandara, patuhi peraturan bea cukai dan tidak membawa barang terlarang atau terbatas. Jemaah juga dianjurkan menjaga ketertiban di area pengambilan bagasi dan menghindari berdesakan.

Jika Bagasi Hilang, Segera Lapor

Panduan memberikan prosedur yang cukup praktis apabila bagasi jemaah tidak ditemukan.

Jemaah diminta segera menuju kantor Lost and Found di aula kedatangan dan membuat laporan. Informasi yang perlu disampaikan antara lain deskripsi tas, nomor penerbangan, serta informasi kontak.

Perhatikan Transportasi Selama di Saudi

Panduan juga memberikan informasi mengenai pilihan transportasi dari Bandara King Abdulaziz di Jeddah menuju Makkah, transportasi di dalam Makkah, serta perjalanan menuju Madinah.

Pilihan yang disebut antara lain Kereta Cepat Haramain, bus, taksi, dan aplikasi transportasi. Pastikan ketersediaan layanan antar-jemput kepada hotel tempat menginap.

Bagi jemaah yang mengikuti rombongan perusahaan travel umrah, panduan mengingatkan agar mengikuti program transportasi yang telah disetujui oleh perusahaan travel tersebut.

Saat Berada di Masjidil Haram, Perhatikan Akses dan Fasilitas

Panduan tidak hanya menjelaskan ibadah, tetapi juga menyediakan informasi mengenai pergerakan di dalam Masjidil Haram.

Peta yang disertakan menunjukkan sejumlah fasilitas dan akses, termasuk pintu masuk, akses bagi jemaah penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda, eskalator, lift, tempat wudu, titik bantuan, serta lokasi tertentu yang berkaitan dengan pergerakan jemaah.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk membantu jemaah memahami lingkungan di sekitar Masjidil Haram sebelum atau ketika berada di lokasi.

Gunakan Panduan Sesuai Tahap Perjalanan

Salah satu karakteristik Umrah and Visit Guide adalah penyusunannya secara kronologis. Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyarankan pembaca membuka bagian yang sesuai dengan tahap perjalanan yang sedang dijalani.

Panduan tersebut juga menggunakan penanda warna untuk instruksi yang dianggap penting serta menyediakan kode QR untuk mengakses peta, video edukasi, dan aplikasi layanan.

Dengan demikian, jemaah tidak harus membaca seluruh dokumen sekaligus. Bagian tertentu dapat dipelajari sebelum keberangkatan, kemudian bagian lain digunakan kembali ketika sudah berada di Arab Saudi.

Ringkasnya, Ini yang Perlu Diingat

Jika diringkas dari panduan tersebut, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jemaah adalah:

Yang perlu dilakukan:

  • Pastikan paspor, asuransi, dan sertifikat vaksinasi sesuai kebutuhan.
  • Persiapkan kondisi fisik sebelum perjalanan.
  • Pelajari tata cara umrah dan ketentuan ihram.
  • Pastikan prosedur visa dan izin umrah dipahami.
  • Gunakan Nusuk untuk izin umrah.
  • Patuhi ketentuan bea cukai.
  • Simpan informasi penting terkait penerbangan dan bagasi.
  • Ikuti arahan serta program transportasi yang berlaku bagi rombongan.
  • Manfaatkan peta dan layanan digital yang disediakan dalam panduan.

Yang perlu dihindari:

  • Membawa barang yang dilarang atau dibatasi.
  • Mengabaikan ketentuan saat ihram.
  • Berdesakan atau mengganggu ketertiban di area pengambilan bagasi.
  • Mengabaikan prosedur resmi terkait izin umrah.
  • Mengabaikan petunjuk dan aturan yang berlaku di lokasi.

Panduan ini merupakan ringkasan praktis dari beberapa informasi yang tercantum dalam Umrah and Visit Guide. Untuk ketentuan ibadah, perizinan, kesehatan, dan aturan perjalanan yang lebih rinci, jemaah tetap perlu merujuk pada penjelasan lengkap dalam dokumen resmi serta informasi terbaru dari otoritas terkait.

Sumber: Kemenhaj Saudia