
Kampung Haji Indonesia di Makkah terus dikebut. Pemerintah optimistis proyek ini dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya haji.
Namun, bagi Asphirasi, pertanyaan besarnya adalah apakah proyek tersebut benar-benar dapat menjadi jawaban atas panjangnya antrean haji di Indonesia.
Pembangunan Kampung Haji Berorientasi pada Kepentingan Jemaah
Kepala Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Rosan, proyek tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi setelah komunikasi langsung Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Kampung Haji harus berorientasi pada kepentingan jemaah Indonesia.
“Presiden Prabowo menegaskan harapannya agar jemaah haji Indonesia memiliki penginapan yang nyaman, dan dekat dengan Masjidil Haram,” ujar Rosan Roeslani, Kepala Danantara.
Danantara Ikuti Proses Bidding Lahan di Makkah
Saat ini, Danantara tengah mengikuti proses bidding lahan di kawasan Western Hindawiyah.
Dari 90 peserta, Danantara berhasil masuk sebagai dua peserta dengan penawaran terbesar. Jika berhasil memenangkan proses tersebut, Indonesia akan memiliki dua kawasan strategis di Makkah, yakni Thakher City dan Plot 6.
Kedua kawasan tersebut diproyeksikan untuk mendukung akomodasi sekaligus memperlancar logistik jemaah.
Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar USD 1,2 miliar atau hampir Rp20 triliun. Rosan meyakini keberadaan Kampung Haji Indonesia akan membuat biaya penyelenggaraan haji lebih efisien sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas bagi jemaah.
“Insyaallah iya, mestinya. Jadi harganya bisa turun, tetapi sarana fasilitasnya lebih baik,” kata Rosan Roeslani.
Asphirasi: Hasil Akhir Menjadi Ukuran Utama
Asphirasi memandang pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai langkah strategis yang layak diapresiasi.
Namun, proyek sebesar ini tentu akan diukur dari hasil akhirnya, bukan sekadar nilai investasinya. Masyarakat berharap kehadiran Kampung Haji benar-benar mampu menghadirkan layanan yang lebih baik, memangkas biaya yang tidak perlu, dan memperkuat kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
Pertanyaan tentang Antrean Haji Indonesia
Meski demikian, Asphirasi menilai satu hal yang juga menjadi perhatian publik adalah apakah proyek ini dapat berdampak pada persoalan antrean haji yang mencapai puluhan tahun, atau hanya akan meningkatkan layanan bagi jemaah yang sudah mendapat kuota.
Pertanyaan inilah yang perlu dijawab melalui kebijakan yang transparan dan terukur.




