
Pelayanan haji dan umrah yang berkualitas tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Upaya menghadirkan pelayanan yang baik membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh pihak yang menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, mulai dari penyelenggara, asosiasi, maskapai, hingga mitra layanan. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan kepentingan jemaah tetap menjadi prioritas utama pada setiap tahapan pelayanan.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan ekosistem haji dan umrah harus didasarkan pada tata kelola yang profesional, transparan, serta berpihak kepada jemaah.
"Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat," ujar Gus Irfan.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesamaan arah dan komitmen di antara seluruh pelaku dalam ekosistem haji dan umrah. Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, pelayanan kepada jemaah diharapkan dapat berjalan sesuai prinsip yang disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI.
Pelayanan Jemaah Tidak Hanya Berkaitan dengan Keberangkatan
Pelayanan haji dan umrah bukan hanya berkaitan dengan proses keberangkatan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, pelayanan juga mencakup tanggung jawab, integritas, dan perlindungan terhadap setiap jemaah selama proses penyelenggaraan berlangsung.
Karena itu, kualitas pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Setiap pihak yang terlibat diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam mengedepankan kepentingan jemaah sesuai dengan perannya masing-masing.
Kolaborasi Seluruh Pelaku Industri Menjadi Sebuah Keharusan
Di tengah masih adanya kasus gagal berangkat, penipuan travel, hingga berbagai persoalan pelayanan, kolaborasi seluruh pelaku industri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada satu pihak. Sinergi antara penyelenggara, asosiasi, maskapai, dan mitra layanan diperlukan agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih baik.
Dalam konteks tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI juga mengingatkan agar orientasi terhadap pengembangan bisnis tidak mengesampingkan kewajiban memberikan pelayanan yang layak kepada jemaah.
Jangan sampai semangat memperbesar bisnis justru mengalahkan kewajiban memberikan pelayanan yang layak kepada jemaah.
Pemerintah Akan Mempertahankan Inovasi dan Terus Melakukan Perbaikan
Selain menekankan pentingnya kolaborasi, pemerintah juga menyampaikan komitmennya untuk mempertahankan berbagai inovasi yang telah terbukti berhasil dalam penyelenggaraan haji. Di saat yang sama, berbagai kekurangan yang masih ditemukan akan terus dievaluasi dan diperbaiki sebagai bekal penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya.
"Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji," kata Gus Irfan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu mempertahankan praktik yang telah memberikan hasil baik sekaligus melakukan penyempurnaan berdasarkan pengalaman yang diperoleh.
Asphirasi Mengajak Masyarakat Mengawal Kualitas Layanan
Sejalan dengan pentingnya komitmen seluruh ekosistem, Asphirasi mengajak masyarakat untuk ikut mengawal kualitas layanan haji dan umrah.
Partisipasi masyarakat dalam memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong penyelenggaraan haji dan umrah yang mengutamakan kepentingan jemaah, sebagaimana ditekankan dalam penyampaian Menteri Haji dan Umrah RI pada pembukaan International Islamic Expo 2026 di Jakarta.
