
Informasi Awal Mengenai Penundaan Keberangkatan Jemaah
Berdasarkan informasi awal yang diterima Asphirasi, sekitar 80 calon jemaah yang berasal dari Cirebon dan Bandung telah menunggu keberangkatan setelah sebelumnya dijadwalkan berangkat umrah.
Informasi sementara yang diterima menyebutkan bahwa:
- Jemaah telah melakukan pembayaran biaya perjalanan.
- Jadwal keberangkatan disebut mengalami beberapa kali penundaan.
- Sebagian jemaah telah berada di bandara, namun belum dapat diberangkatkan.
- Terdapat informasi bahwa sebagian jemaah harus menanggung sendiri biaya penginapan.
- Perwakilan jemaah dikabarkan telah mendatangi kepolisian untuk menyampaikan laporan.
Dokumentasi QR Code pada Kartu Identitas Jemaah
Selain itu, berdasarkan dokumentasi yang diterima Asphirasi, QR code pada kartu identitas jemaah saat dipindai mengarah ke sebuah Google Form bertajuk:
"Formulir Badal Umroh"
Hingga saat ini, keterkaitan formulir tersebut dengan kasus yang terjadi masih belum diketahui dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Fungsi Umum QR Code pada Identitas Resmi Jemaah
Pada umumnya, QR code atau barcode pada kartu identitas resmi jemaah, seperti Kartu Nusuk atau identitas resmi yang terintegrasi dengan sistem Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, berfungsi untuk memverifikasi identitas jemaah secara digital, termasuk:
- Data diri jemaah.
- Status visa.
- Informasi hotel.
- Layanan yang diterima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Imbauan kepada Calon Jemaah
Karena itu, calon jemaah disarankan untuk memastikan bahwa identitas dan QR code yang diberikan oleh penyelenggara perjalanan benar-benar sesuai dengan fungsi resminya serta dapat dipertanggungjawabkan.
Asphirasi Masih Melakukan Pengumpulan Informasi dan Konfirmasi
Asphirasi masih terus menghimpun informasi dan melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
