BERITA

Otoritas Saudi Ungkap Waktu Umrah dengan Kepadatan Rendah pada Rabiul Akhir

Otoritas Saudi Ungkap Waktu Umrah dengan Kepadatan Rendah pada Rabiul Akhir

Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memberikan panduan kepada jemaah umrah mengenai waktu yang dapat dipilih berdasarkan tingkat kepadatan di area tawaf dan sai selama Rabiul Akhir 1448 H.

Informasi tersebut disampaikan melalui Saudi Press Agency (SPA) pada 15 September 2026. Panduan ini merupakan bagian dari upaya otoritas meningkatkan kesadaran jemaah dan membantu mengatur pergerakan di area Masjidil Haram.

Menurut SPA, tingkat kepadatan di area tawaf dan sai berbeda sepanjang hari. Jemaah dapat mempertimbangkan kondisi tersebut ketika merencanakan waktu pelaksanaan umrah.

Waktu dengan kepadatan rendah

Otoritas menyebut terdapat dua periode dengan tingkat kepadatan rendah, yakni:

  • Pukul 22.00 hingga 04.00.
  • Pukul 08.00 hingga 16.00.

Kedua periode tersebut disebut memiliki tingkat kepadatan yang lebih rendah dibandingkan waktu lainnya.

Kepadatan sedang hingga tinggi

Sementara itu, periode 05.00 hingga 07.00 diperkirakan memiliki tingkat kepadatan sedang.

Tingkat kepadatan meningkat pada periode 17.00 hingga 21.00 dan dikategorikan sebagai kepadatan tinggi.

Panduan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi jemaah dalam menentukan waktu pelaksanaan tawaf dan sai, terutama bagi mereka yang ingin menghindari periode dengan kepadatan tinggi.

Panduan berdasarkan kondisi kepadatan

Otoritas tidak menyebut periode tertentu sebagai waktu yang secara keagamaan paling utama untuk melaksanakan umrah. Informasi yang diberikan merupakan panduan berdasarkan tingkat kepadatan di area tawaf dan sai.

Dengan mempertimbangkan indikator tersebut, jemaah dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan ibadah dengan kondisi di lapangan untuk membantu menjaga kelancaran pergerakan serta kenyamanan dan keselamatan selama berada di area Masjidil Haram.

SPA menyebut otoritas terus melakukan upaya edukasi dan pemberian panduan untuk membantu jemaah umrah selama berada di Masjidil Haram.

Catatan ASPHIRASI: Jadwal Tawaf yang Lebih Manusiawi

Panduan kepadatan dari otoritas Masjidil Haram adalah informasi praktis yang dapat langsung dimanfaatkan penyelenggara umrah. Dengan menyusun jadwal tawaf dan sai mengikuti periode yang lebih lengang, travel dapat mengurangi risiko jemaah kelelahan atau terpisah dari rombongan.

Hal ini terutama berarti bagi jemaah lansia dan jemaah yang memiliki keterbatasan fisik. Pembimbing ibadah dapat membicarakan pilihan waktu itu sejak manasik, sehingga jemaah tidak merasa harus berdesakan pada jam padat demi menyelesaikan ibadah.

Perlu diingat, otoritas menegaskan panduan ini disusun berdasarkan kepadatan, bukan keutamaan waktu secara keagamaan. Penyelenggara sebaiknya menyampaikannya apa adanya, dan tetap menyesuaikan dengan kondisi rombongan serta pembaruan informasi dari otoritas setempat.

Sumber: SPA

Bagikan